20
Mar
10

Tipe kepribadian Melankolis

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam ilmu psikologi terdapat ajaran tentang cairan badaniah, menurut pendapat Hippocarates (370-460 SM) dalam diri seseorang terdapat sifat tanah, air, udara, dan api yang didukung oleh keadaan jasmaniah. Beberapa cairan dalam tubuh itu yaitu tanah (kering) cairan dalam chole (empedu kuning), air (basah) cairan dalam melanchole (empedu hitam), udara (dingin) cairan dalam phlegma (lendir) dan api (panas) cairan dalam sanguins (darah).

Galenus berpendapat bila salah satu cairan tubuh dominan akan mengakibatkan  sifat-sifat kejiwaan yang khas. Sifat kejiwaan yang ditentukkan oleh campuran atau komposisi cairan-cairan tubuh di sebut temperamen . Dua tokoh besar  yang mengemukakan tentang pencanderaan mengenai temperamen, antara lain  Hipocrates – Galenus dan Kant (beserta tokoh-tokoh kantianisme dan neo kantianisme). Empat macam temperamen menurut Tipologi Hipocrates-Galenus yaitu chole, melanchole, phlegm, dan sanguins. Kant mencanderakan temperamen manusia ke dalam temperamen sanguinis, melancholis, chloleris dan phlegmatis.

Dalam keseharian kita hidup dengan banyak orang. Setiap individu itu “unik”, jadi pastilah berbeda antara individu satu dan yang lainnya. Maka akan lebih baik lagi jika kita dapat mengerti diri orang lain, sehingga kita dapat hidup saling berdampingan dengan harmonis. Begitu pula dalam dunia pendidikan, tentunya terdapat banyak siswa yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sebagai guru hendaknya bisa menguasai kelas dengan baik, termasuk menguasai tentang murid-muridnya. Sebagai calon guru tidak ada salahnya jika kita mempelajari tentang tipe kepribadian manusia. Diharapkan kelak saat kita menjadi guru dapat memahami karakter masing-masing siswa sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Dari latar belakang tersebut, kami akan membahas lebih dalam mengenai “Temperamen Melancholis/Melancholic”, supaya kita dapat mengetahui tentang temperamen melancholis serta sebagai calon guru kita mampu mengaplikasikan dalam dunia kerja maupun keseharian kita. Selain itu makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas kuliah Psikologi Kepribadian.

BAB II

ISI

  1. Definisi Kepribadian

a)      George Kelly

Kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya.

b)      Gordon Allport

Kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

c)      Sigmund Freud

Kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

  1. Definisi Temperamen

a)  Galenus

Temperamen merupakan sifat kejiwaan yang ditentukan oleh campuran atau komposisi cairan-cairan tubuh.

b) Kretschmer

Temperamen merupakan bagian dari kejiwaan yang melalui darah secara kimiawi mempunyai korelasi dengan aspek jasmaniah.

c)  Kohnstamin

Temperamen adalah rohani yang bersangkutan dengan konstitusi jasmani dan dibawa sejak lahir.

d)     Sujanto (1993)

Temperamen berasal dari kata temper yang berarti campuran. Temperamen adalah sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya yang juga mempengaruhi tingkah laku orang tersebut. Jadi temperamen berarti sifat laku jiwa dalam hubungannya dengan sifat kejasmanian. Temperamen juga merupakan sifat-sifat yang tetap dan tidak dapat di didik.

e)   Menurut LaHaye (1999)

Temperamen adalah kombinasi pembawaan yang diwarisi dari orang tua dan tanpa sadar mempengaruhi tingkah laku manusia. Selanjutnya dikatakan pula temperamen menetapkan garis pedoman yang tegas atas tingkah laku setiap orang – pola yang akan mempengaruhi seseorang selama hidup.

f)    Menurut Chaplin (1995)

Temperamen adalah disposisi reaktif seseorang. Pengertian disposisi dalam hal ini adalah totalitas terorganisir dari kecenderungan-kecenderungan psikofisik individu untuk mereaksi dengan satu cara tertentu. Selain itu disposisi dapat diartikan sebagai sifat-sifat yang realitif terus-menerus atau menerangkan kualitas yang menetap dan konsekuen dari tingkah laku.

g)   Corsini (2002)

Mengemukakan dua definisi dari temperamen. Pertama, temperamen didefinisikan sebagai pola dasar dari reaksi-reaksi individu yang meliputi karakteristik-karakteristik seperti tingkat energy umum, perubahan emosi, dan intensitas serta tempo dari respon-respon. Kedua dengan mempertimbangkan sebuah ciri dasar psikologi, temperamen dikatakan mengarah pada suasana hati seseorang.

  1. Tokoh-Tokoh Pencetus Temperamen Melankolis

a) Hippocrates-Galenus

Melankolis merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang melankolis, ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak sukacitanya, ia bisa saja menjadi lebih ekstrovert. Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seseorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya, halangan dalam setiap proyek secara akurat. Si melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka ia akan tetap setia mengerjakannya.

b) Tipologi Kant

Tipe kepribadian melankolis disebut juga tipe kepribadian berdarah berat. Semua hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting dan selalu disertai dengan syak wasangka atau kebimbangan. Perhatiannya terutama tertuju pada segi kesukaran-kesukarannya. Tidak mudah membuat janji tetapi jika ia membuat janji akan berusaha ia tepati. Hal ini ia lakukan tidak atas dasar pertimbangan moral melainkan karena jika ia tidak menepati janji maka akan sangat merisaukan jiwanya, hal ini juga menyebabkan ia kurang percaya dan kurang bisa menerima keramah-tamahan orang lain. Suasana perasaannya umumnya juga bertentangan dengan sanguins , hal ini menyebabkan mengurangi kepuasan akan keadaannya dan kurang dapat melihat kesenangan orang lain.

c) Enselhans

Tipe kepribadian melankolis memiliki kepekaan kehidupan afektif yang mendalam. Bentuk kejadian afektif mobilitas tetap. Ia memiliki kekuatan yang kuat. Jika kekuatan penggerak terhadap perasaan kuat, maka ia memiliki sifat yang giat penuh cita-cita. Tetapi jika kekuatan penggerak terhadap perasaan lemah, maka ia memiliki sifat murung dan suka melamun.

d) Meuman

Tipe kepribadian melankolis memiliki kualitas perasaan yang tak senang. Ia sulit terpengaruh. Modus ekspresif terhadap tonus dan aktivita motoris, aktivitas vaso-motoris, dan aktivitas syaraf pusat yaitu pasif-depresif.

Bagan tipe kepribadian manusia menurut Kant

Character dalam arti ethis/normatif

Charater

Character dalam arti deskriptif

Manusia

Sanguinis Populer

Aspek fisiologis            Temp. Perasaan

Temperament                                                                                Melancholis

Aspek psikologis

Choleris Kuat

Temp. Kegiatan

Phlegmatis Damai

4.   Temperamen Melankolis

a)  Kekuatan Melankolis

  • Semua hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting dan selalu disertai dengan syak-wa-sangka atau kebimbangan
  • Perhatiannya terutama tertuju kepada segi kesukaran-kesukarannya
  • Tidak mudah membuat janji, karena dia berusaha akan selalu menepati janji yang telah dibuatnya. Tetapi hal ini dilakukannya tidak atas dasar pertimbangan moral melainkan karena kalau tidak menepati janji itu sangat merisaukan jiwanya. Hal ini juga menyebabkan dia kurang percaya dan tidak mudah menerima keramah-tamahan orang lain.
  • Suasana perasaannya umumnya juga bertentangan dengan suasana perasaan sanguins. Hal ini menyebabkan mengurangi kepuasaan akan keadaannya, dan kurang dapat melihat kesenangan orang lain.
  • Mendalam dan penuh pikiran
  • Analitis
  • Serius dan tekun
  • Cenderung jenius
  • Berbakat dan kreatif
  • Artistik atau musikal
  • Filosofis dan puitis
  • Menghargai keindahan
  • Perasa terhadap orang lain
  • Suka berkorban
  • Penuh kesadaran
  • Idealis

Melankolis Sempurna sebagai Oang Tua

  • Menerapkan standar tinggi
  • Ingin segalanya dilakukan dgn benar
  • Menjaga rumah selalu rapi
  • Merapikan barang anak-anak
  • Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain
  • Mendorong intelegensi dan bakat

Melakolis Sempurna di Pekerjaan

  • Berorientasi jadwal
  • Perfeksionis, standar tinggi
  • Sadar perincian
  • Gigih dan cermat
  • Tertib dan terorganisasi
  • Teratur dan rapi
  • Ekonomis
  • Melihat masalah
  • Mendapat pemecahan kreatif
  • Perlu menyelesaikann apa yang dimulai
  • Suka diagram, grafik, bagan, daftar

Melankolis sebagai Teman

  • Hati-hati dalam berteman
  • Puas tinggal di latar belakang
  • Menghindari perhatian
  • Setia dan berbakti
  • Mau mendengarkan keluhan
  • Bisa memecahkan masalah orang lain
  • Sangat memperhatikan orang lain
  • Terharu oleh air mata penuh belas kasihan
  • Mencari teman hidup ideal

b) Kelemahan Melankolis

●    Tidak berorientasi manusia

●    Tertekan karena ketidaksempurnaan

●    Memilih pekerjaan sulit

●    Ragu-ragu memulai proyek

●    Melewatkan banyak waktu untuk merencanakan

●    Memilih analisis diatas kerja

●    Merendahkan diri sendiri

●    Sulit disenangkan

●    Standar sering terlalu tinggi

●    Sangat memerlukan persetujuan

5.     Aplikasi dalam dunia pendidikan

Kebutuhan emosional guru melankolis adalah ketertiban dan kepekaan. Selain menginginkan kesempurnaan dalam kehidupan profesional, mereka juga memerlukan kehidupan pribadi yang tertib. Mereka akan menghargai orang lain yang peka terhadap kebutuhan mereka. Sebagai pengajar, mereka suka mengorganisasi dengan baik, peka terhadap perasaan peserta didiknya, mempunyai kreativitas yang mendalam, dan menginginkan unjuk kerja yang bermutu. Karenanya, dalam praktik pembelajaran, secara tegas mereka ingin berada pada garis yang benar. Prilaku melankolis paling baik digunakan untuk mendetilkan pengajaran, berfikir sistematis, dan kemauan kuat untuk memastikan bahwa pengajaran sudah mampu dipahami oleh siswa.

Cara-cara untuk menyesuaikan diri dengan tipe melankolis antara lain:

  1. Ketahuilah bahwa mereka sangat perasa dan mudah sakit hati

Hendaknya kita lebih hati-hati ketika berbicara dengan orang yang memiliki tipe kepribadian melankolis. Usahakan kata-kata yang kita keluarkan tidak menyinggung hatinya karena orang-orang melankolis sangat perasa dan mudah sekali sakit hati.

  1. Sadarilah bahwa mereka diprogram dengan sikap pesimistis.

Jangan terlalu memaksakan orang yang bertipe kepribadian melankolis pada saat ia merasa menyerah terhadap suatu hal, kita hendaknya lebih memahami karena memang orang melankolis deprogram dengan sikap pesimistis. Tetaplah memberinya dukungan yang konstruktif tapi bukan berupa tekanan.

  1. Pujilah mereka dengan tulus dan penuh kasih sayang.

Tipe kepribadian melankolis sangat menyukai jika ia dipuji. Buatlah suasana hatinya selalu senang dengan cara memberinya pujian tiap keberhasilan ataupun pekerjaan yang telah ia kerjakan.

  1. Terimalah kenyataan bahwa kadang-kadang mereka menyukai kesunyian.

Seseorang dengan tipe kepribadian melankolis terkadang membutuhkan kesunyian saat mengerjakan sesuatu meskipun saat membutuhkan waktu untuk memecahkan persoalannya. Berilah kebebasan kepadanya dengan tidak mengganggu saat ia benar-benar membutuhkan ketenangan. Hal ini lebih bersifat pengertian dan bukan berarti tak mempedulikannya dengan membiarkan ia sendirian.

BAB III

PENUTUP

Setelah mempelajari tentang kepribadian dan tipe kepribadian melankolis, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan. Kepribadian bersifat umum dan khas sehingga membedakan seseorang dengan orang lain sebagai individu yang “unik”, serta merupakan kesatuan jasmani dan rohani, dapat bersifat baik ataupun buruk terhadap diri seseorang. Menurut kami, temperamen adalah aspek kejiwaan dari kepribadian seseorang yang dipengaruhi oleh konstitusi jasmaniah (cairan tubuh) dan dibawa sejak lahir serta sulit diubah oleh pengaruh luar. sifat-sifat yang berhubungan dengan emosi (perasaan) pembawaan dalam diri seseorang , yang tanpa sadar mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Misalnya : pemarah, periang, pemurung, introvern, ektravert dan sebagainya.

Setiap orang menginginkan kepribadian yang lebih baik. Kita semua dilahirkan dengan ciri khas watak kita sendiri. Setelah kita tahu siapa diri kita maka kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain. Begitu anda memahami bagaimana cara mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda maka Anda akan mendapatkan bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik. Dari penjelasan di atas diharapkan kita dapat memahami diri kita dan diri orang lain.

Tipe kepribadian melankolis merupakan tipe kepribadian berdarah berat. Orang-orang melankolis memiliki sikap mudah kecewa, daya juang kecil, muram, tidak mudah membuat janji, pesimistis serta suasana hati bertentangan dengan sanguins. Setelah mengetahui kelebihan serta kekurangan-kekurangan dari melankolis diharapkan kita dapat bersikap yang lebih baik dalam mengaplikasikannya dalam keseharian kita.

Demikian makalah yang kami buat, kami menyadari makalah kami masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif sebagai cambuk kami dalam langkah selanjutnya.


1 Response to “Tipe kepribadian Melankolis”


  1. 7 Oktober 2011 pukul 03:19

    Saya berkepribadian melankolis. Keunggulan melankolis harus dimanfaatkan dan kelemahannya harus kita atasi. Terima kasih artikel yang bagus.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: