20
Mar
10

Tipe Kepribadian Anak

Kepribadian adalah “given” sehingga kita tak bisa mengubahnya, hanya dengan menerima dan mengasihinya kita bisa membantunya untuk tumbuh dan berkembang…

Dewasa ini, teori empat kepribadian dasar manusia mulai banyak diperkenalkan para psikologi modern, salah satunya oleh Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus.

Sanguinis: Anak Populer

Anak yang berkepribadian Sanguinis memiliki ciri khas suka berbicara, mudah bergaul, ramah, supel, suka bersenang-senang. Mereka haus akan dukungan dan kasih sayang orang lain sehingga cenderung suka mencari perhatian. Mereka adalah orang yang ‘dramatis’ atau suka melebih-lebihkan agar orang lain terhibur. Suka memotivasi orang lain dan memiliki inisiatif yang besar .

Ciri – ciri anak Sanguinis

• Suka berceloteh ,Supel ,Ceria , suka terlibat dalam percakapan, Suka menjadi pusat perhatian dan cenderung populer , Cenderung tidak rapi, emosional—dalam arti mudah tersinggung, tidak tepat waktu, pelupa, tidak akurat, cepat bosan

Cara mengatasi kelemahan anak Sanguinis:

• Apresiasilah mereka. Mereka akan sangat gembira jika didengarkan dan dilihat.

• Anak Sanguinis terkenal suka berbicara tanpa berpikir, maka Anda perlu mengajari mereka hati-hati dalam berbicara.

• Buat mereka memahami bahwa kebohongan tetaplah kebohongan, betapapun meriah dan menariknya. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak memberi bumbu-bumbu pada cerita mereka hanya untuk didengar orang lain, atau untuk membuat orang bersimpati agar mereka dapat keluar dari masalah.

• Karena mereka cenderung populer, mereka suka berada di luar rumah. Anda harus membatasi kegiatan bersosialisasi mereka, namun jangan sampai melarang semua kegiatan mereka.

• Anak-anak sanguinis ingin mendapatkan sebanyak mungkin dukungan, kasih sayang, dan cinta dari Anda. Mereka menyukai pelukan, rangkulan, kecupan, dan bergandengan tangan.

• Untuk membangun rasa percaya diri, sering-seringlah memberi pujian padanya

• Karena mereka tidak rapi dan tidak teratur, buatlah jadwal yang nampak menyenangkan bersama-sama mereka. Minta mereka menghiasi jadwal itu dan bantu mereka menepatinya.

• Dampingi saat mengerjakan PR atau belajar.

KOLERIS : Bos kecil

Menurut Florence Littauer pada bukunya Personality Plus, orang berkepribadian kuat adalah mereka yang secara alami berorientasi pada sasaran, prestasi, dan cepat mengorganisasikan.

Ciri – ciri Koleris

• Bossy dan suka mengatur ,Tidak suka berkompromi, Menuntut loyalitas dan penghargaan ,Cepat mengambil keputusan dan tegas dalam bertindak ,Bisa dipercaya dan mereka punya sifat alami untuk memperbaiki apa yang salah, menurut standar mereka ,Mereka senang menerima tugas-tugas sulit. Disiplin diri serta kemampuan untuk fokus membuat mereka sering meraih kesuksesan

Kelemahan dari kepribadian Koleris yang kuat ini adalah mereka cenderung menjadi keras kepala, dan tidak peka pada perasaan orang lain. Mereka juga cenderung pemarah jika keinginannya tidak dipenuhi. Marah adalah cara mereka mengendalikan orang lain

Cara mengendalikan anak tipe Koleris

• Bangun rasa percaya diri mereka dengan penghargaan/pujian

• Sibukkan mereka. Berikan pekerjaan yang bisa mereka selesaikan, karena jika mereka tahu mereka tak mampu menyelesaikannya dengan baik, mereka takkan mau repot-repot menyentuhnya.

• Anak berkepribadian Koleris sangat tegas. Mereka memandang kehidupan dalam hitam dan putih. Maka itu, sentuh logika dan akal sehat mereka untuk menjelaskan hal-hal buruk yang mereka lakukan.

• Anak-anak Koleris senang memimpin dan jago dalam hal itu. Maka itu berikan ia kendali akan satu atau dua hal di rumah. Misalnya membiarkannya memilih permainan yang akan dimainkan, memimpin doa bersama sebelum makan, atau bertanggung jawab atas makanan hewan peliharaan Anda.

• Semua orang tidak menyukai hukuman, tapi tak ada yang paling membencinya selain anak Koleris. Hukuman menurut mereka adalah kebalikan dari prestasi. Bicaralah dari hati ke hati sebelum menghukumnya, agar ia paham kesalahan apa yang ia buat.

• Percaya diri berlebihan yang dimiliki anak Koleris memang menjadi nilai plus untuk mereka. Meski begitu, kepercayaan diri yang berlebihan bisa menjadi kesombongan, sehingga Anda harus bisa membatasinya

Melankolis : sinetron banget..

Kepribadian Melankolis cukup mudah diidentifikasi karena mereka biasanya pendiam dan pemikir. Menurut Florence Littauer pada bukunya Personality Plus, ketika orang berkepribadian Sanguinis ‘berbicara’ dan orang berkepribadian Koleris ‘bekerja’, orang melankolis akan senantiasa ‘berpikir’.

Ciri – ciri Melankolis

• Perfeksionis, teratur dan sangat detil misalnya dalam hal mengatur mainannya sampai rapi, teliti dalam menganalisa permasalahan, Perasaannya sensitif mudah terharu dan sangat peka terhadap keadaaan di sekelilingnya, penuh perhitungan. Mereka tidak suka dipaksa mengambil keputusan cepat, karena mereka ingin diberi waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan segala hal dengan cermat. Mereka juga hati-hati dalam berbicara dan bertindak ,umumnya memiliki talenta di bidang musik, seni, tulis-menulis, drama, dan sebagainya, karena mereka sangat serius dalam menekuninya

Sifat negatif dari anak berkepribadian Melankolis adalah dirinya yang menuntut kesempurnaan berlebihan. Pada dasarnya tidak ada seorang pun yang sempurna, karena itu orientasi mereka pada kesempurnaan dalam segala hal sering mengakibatkan diri mereka kecewa dan bahkan depresi. Sifat mereka yang teratur dan terorganisasi juga menyulitkan mereka untuk memahami ‘kekacauan’ yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka bisa panik jika berada di lingkungan yang berantakan, tidak teratur, atau berisik. Yang lebih buruk, lingkungan yang tidak sesuai dengan standar mereka dapat membuat mereka pesimis, murung, dan stres.

Bagaimana agar memahaminya?

• Perfeksionisme yang berlebih dapat membuat mereka mudah depresi dan patah semangat. Karena itu, Anda sebagai orang tua harus membantu menurunkan standar mereka. Berikan pemahaman bahwa tak ada sesuatu yang sempurna, dan setiap orang bisa gagal, agar kekecewaannya dapat diminimalisir.

• Biarkan mereka sendiri. Jika Anda tinggal di rumah yang selalu ramai, Anda harus memastikan ia memiliki tempat khusus untuk dirinya, misalnya kamar atau sudut ruang tertentu yang khusus untuknya, di mana ia bisa melakukan segala kegiatannya tanpa diganggu.

• Jika Anda ingin menegur anak Melankolis, jangan sampai Anda melukai hatinya dengan olokan atau ejekan, karena bisa jadi ia akan percaya bahwa Anda tidak menyayanginya lagi.

• Anda yang memiliki anak Melankolis harus dengan penuh kelembutan hati menggali perasaan terdalam anak-anak itu untuk memancing keluar penderitaan mereka, agar Anda bisa membantunya menyelesaikan masalah mereka. Jika Anda tidak proaktif, jangan harap si anak akan memberitahukan masalahnya pada Anda.

• Jika Anda sebagai orang tua merupakan tipe orang yang tidak bisa rapi, sebisa mungkin usahakan agar Anda dapat memberikan ruangan sendiri untuk si Melankolis kecil di mana ia bisa merawatnya dengan standarnya yang tinggi. Sebenarnya sifat yang satu ini akan membuat hidup Anda lebih mudah karena Anda tak perlu lagi berteriak menyuruhnya membereskan kamarnya atau mengerjakan PR.

• Anak Melankolis sangat teratur dan menyukai jadwal. Ketika Anda merencanakan untuk mengajak mereka pergi, Anda harus siap jika si Kecil bertanya mengenai susunan acara tersebut, karena sangat penting baginya untuk mengetahui apa yang dapat ia kerjakan atau apa yang diharapkan orang lain dari dirinya selama periode itu.

• Bangun rasa percaya diri mereka dengan memahami hati mereka yang sensitif, keteraturan hidup mereka, dan perencanaan-perencanaan mereka. Jangan patahkan semangat mereka dengan ejekan atau olokan.

PLEGMATIS : gitu saja kok repot….

Menurut Florence Littauer pada bukunya Personality Plus, anak-anak semacam ini tidak mau repot-repot mempersoalkan hal-hal sepele.
Sifat-sifat anak Plegmatis adalah stabil secara emosional dan berorientasi pada ketentraman dan kedamaian. Alih-alih melawan jika ditekan, mereka lebih suka mengalah atau bermusyawarah. Mereka juga suka menolong orang lain dan cenderung gampang dirayu. Mereka juga suka menyenangkan orang lain, sehingga mereka dengan mudah akan menuruti permintaan karena tidak ingin menciptakan konflik. Anak-anak tipe ini biasanya manis dan mudah bergaul karena luar biasa sabar dan tidak pernah mengganggu.

Ciri – ciri anak berkepribadian Plegmatis

• memiliki sifat-sifat tenang, damai, dan tidak pernah membuat masalah. Anak Plegmatis biasanya menyenangkan setiap orang, terutama orang tua mereka, karena tidak suka ribut, sangat santai dan menyukai istirahat, dan sering ditemukan ketiduran di mana saja, lebih suka setuju saja atas pendapat dan keputusan orang lain, meskipun mereka sebenarnya punya pendapat sendiri, karena tidak ingin menimbulkan konflik jika memulai perdebatan, cenderung malas, tidak termotivasi, dan membenci tanggung jawab, mudah diabaikan, sehingga tanpa perhatian yang cukup, mereka bisa saja memiliki percaya diri yang rendah, gampang setuju pada keinginan orang lain

Bagaimana memaksimalkan si Plegmatis?

• Sebagai orang tua, Anda perlu menyemangati mereka agar mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan baik.

• Meski mereka kebanyakan akan melakukan apapun yang Anda minta, namun mereka bukannya mencari kerja esktra, dan di bawah permukaannya sebenarnya mereka cukup keras kepala. Kalau sifat keras kepala ini tiba-tiba muncul, jangan malah menekannya karena apapun yang Anda lakukan takkan dapat merubah pendirian mereka. Berikan mereka istirahat sebentar, dan biarkan mereka menyelesaikan apa yang harus mereka selesaikan esok harinya.

• Sebagai orang tua, beri penghargaan kepada anak Anda yang plegmatis bahwa apapun yang mereka putuskan, hal itu dapat diterima dan dipahami apa adanya, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dalam membuat keputusan. Jika mereka memilih jalan yang salah, jangan marahi atau ejek mereka, namun berikan pemahaman dengan tenang, sehingga lain kali mereka bisa belajar dari kesalahannya, bukannya malah ngambek.

• Anda harus memotivasi mereka untuk dapat senantiasa beraktivitas dan mencoba segala hal, karena kalau Anda biarkan saja, mereka akan duduk-duduk saja dengan tenang dan puas sepanjang hidupnya, sementara anak-anak lain di sekelilingnya melakukan pencapaian besar. Beri imbalan yang menyenangkan bagi apa yang mereka kerjakan, karena hal itu akan membuatnya senang dan merasa terdorong untuk melakukannya lagi.

• Akibat dari kesukaan mereka untuk menyenangkan orang lain, anak-anak Plegmatis biasanya jadi terlampau kompromistis dan mudah dirayu. Anda harus mendidik mereka untuk tidak mudah percaya pada orang lain dan gampang mengikuti perkataan orang lain atau teman-teman mereka. Mereka harus memahami dulu kebaikan dan keburukan dari ajakan orang lain. Singkatnya, ajari mereka untuk berkata tidak.

• Meskipun pendamai, cara anak-anak Plegmatis membuat orang lain jengkel adalah dengan menunda-nunda. Meskipun kebiasaan ini cukup menganggu, biasanya ini terjadi kalau si kecil Plegmatis sudah benar-benar kesal. Berdamaialah dengannya.

• Kebutuhan emosional anak-anak dengan tipe kepribadian ini tidak banyak, namun kalau Anda tidak memenuhinya ia akan merasa tidak tenteram, rendah diri, dan tidak pernah mencapai potensinya. Apalagi anak-anak seperti ini memiliki kecenderungan untuk ‘diabaikan’, dan hal ini terjadi salah satunya karena mereka memang tidak butuh banyak perhatian. Meski begitu, penghargaan dan pujian dapat membuat rasa percaya diri mereka meningkat. Mereka butuh dihargai seperti apa adanya, bukan karena seberapa banyak yang mereka perbuat.

20
Mar
10

Tipe kepribadian Melankolis

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam ilmu psikologi terdapat ajaran tentang cairan badaniah, menurut pendapat Hippocarates (370-460 SM) dalam diri seseorang terdapat sifat tanah, air, udara, dan api yang didukung oleh keadaan jasmaniah. Beberapa cairan dalam tubuh itu yaitu tanah (kering) cairan dalam chole (empedu kuning), air (basah) cairan dalam melanchole (empedu hitam), udara (dingin) cairan dalam phlegma (lendir) dan api (panas) cairan dalam sanguins (darah).

Galenus berpendapat bila salah satu cairan tubuh dominan akan mengakibatkan  sifat-sifat kejiwaan yang khas. Sifat kejiwaan yang ditentukkan oleh campuran atau komposisi cairan-cairan tubuh di sebut temperamen . Dua tokoh besar  yang mengemukakan tentang pencanderaan mengenai temperamen, antara lain  Hipocrates – Galenus dan Kant (beserta tokoh-tokoh kantianisme dan neo kantianisme). Empat macam temperamen menurut Tipologi Hipocrates-Galenus yaitu chole, melanchole, phlegm, dan sanguins. Kant mencanderakan temperamen manusia ke dalam temperamen sanguinis, melancholis, chloleris dan phlegmatis.

Dalam keseharian kita hidup dengan banyak orang. Setiap individu itu “unik”, jadi pastilah berbeda antara individu satu dan yang lainnya. Maka akan lebih baik lagi jika kita dapat mengerti diri orang lain, sehingga kita dapat hidup saling berdampingan dengan harmonis. Begitu pula dalam dunia pendidikan, tentunya terdapat banyak siswa yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sebagai guru hendaknya bisa menguasai kelas dengan baik, termasuk menguasai tentang murid-muridnya. Sebagai calon guru tidak ada salahnya jika kita mempelajari tentang tipe kepribadian manusia. Diharapkan kelak saat kita menjadi guru dapat memahami karakter masing-masing siswa sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Dari latar belakang tersebut, kami akan membahas lebih dalam mengenai “Temperamen Melancholis/Melancholic”, supaya kita dapat mengetahui tentang temperamen melancholis serta sebagai calon guru kita mampu mengaplikasikan dalam dunia kerja maupun keseharian kita. Selain itu makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas kuliah Psikologi Kepribadian.

BAB II

ISI

  1. Definisi Kepribadian

a)      George Kelly

Kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya.

b)      Gordon Allport

Kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

c)      Sigmund Freud

Kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

  1. Definisi Temperamen

a)  Galenus

Temperamen merupakan sifat kejiwaan yang ditentukan oleh campuran atau komposisi cairan-cairan tubuh.

b) Kretschmer

Temperamen merupakan bagian dari kejiwaan yang melalui darah secara kimiawi mempunyai korelasi dengan aspek jasmaniah.

c)  Kohnstamin

Temperamen adalah rohani yang bersangkutan dengan konstitusi jasmani dan dibawa sejak lahir.

d)     Sujanto (1993)

Temperamen berasal dari kata temper yang berarti campuran. Temperamen adalah sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya yang juga mempengaruhi tingkah laku orang tersebut. Jadi temperamen berarti sifat laku jiwa dalam hubungannya dengan sifat kejasmanian. Temperamen juga merupakan sifat-sifat yang tetap dan tidak dapat di didik.

e)   Menurut LaHaye (1999)

Temperamen adalah kombinasi pembawaan yang diwarisi dari orang tua dan tanpa sadar mempengaruhi tingkah laku manusia. Selanjutnya dikatakan pula temperamen menetapkan garis pedoman yang tegas atas tingkah laku setiap orang – pola yang akan mempengaruhi seseorang selama hidup.

f)    Menurut Chaplin (1995)

Temperamen adalah disposisi reaktif seseorang. Pengertian disposisi dalam hal ini adalah totalitas terorganisir dari kecenderungan-kecenderungan psikofisik individu untuk mereaksi dengan satu cara tertentu. Selain itu disposisi dapat diartikan sebagai sifat-sifat yang realitif terus-menerus atau menerangkan kualitas yang menetap dan konsekuen dari tingkah laku.

g)   Corsini (2002)

Mengemukakan dua definisi dari temperamen. Pertama, temperamen didefinisikan sebagai pola dasar dari reaksi-reaksi individu yang meliputi karakteristik-karakteristik seperti tingkat energy umum, perubahan emosi, dan intensitas serta tempo dari respon-respon. Kedua dengan mempertimbangkan sebuah ciri dasar psikologi, temperamen dikatakan mengarah pada suasana hati seseorang.

  1. Tokoh-Tokoh Pencetus Temperamen Melankolis

a) Hippocrates-Galenus

Melankolis merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang melankolis, ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak sukacitanya, ia bisa saja menjadi lebih ekstrovert. Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seseorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya, halangan dalam setiap proyek secara akurat. Si melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka ia akan tetap setia mengerjakannya.

b) Tipologi Kant

Tipe kepribadian melankolis disebut juga tipe kepribadian berdarah berat. Semua hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting dan selalu disertai dengan syak wasangka atau kebimbangan. Perhatiannya terutama tertuju pada segi kesukaran-kesukarannya. Tidak mudah membuat janji tetapi jika ia membuat janji akan berusaha ia tepati. Hal ini ia lakukan tidak atas dasar pertimbangan moral melainkan karena jika ia tidak menepati janji maka akan sangat merisaukan jiwanya, hal ini juga menyebabkan ia kurang percaya dan kurang bisa menerima keramah-tamahan orang lain. Suasana perasaannya umumnya juga bertentangan dengan sanguins , hal ini menyebabkan mengurangi kepuasan akan keadaannya dan kurang dapat melihat kesenangan orang lain.

c) Enselhans

Tipe kepribadian melankolis memiliki kepekaan kehidupan afektif yang mendalam. Bentuk kejadian afektif mobilitas tetap. Ia memiliki kekuatan yang kuat. Jika kekuatan penggerak terhadap perasaan kuat, maka ia memiliki sifat yang giat penuh cita-cita. Tetapi jika kekuatan penggerak terhadap perasaan lemah, maka ia memiliki sifat murung dan suka melamun.

d) Meuman

Tipe kepribadian melankolis memiliki kualitas perasaan yang tak senang. Ia sulit terpengaruh. Modus ekspresif terhadap tonus dan aktivita motoris, aktivitas vaso-motoris, dan aktivitas syaraf pusat yaitu pasif-depresif.

Bagan tipe kepribadian manusia menurut Kant

Character dalam arti ethis/normatif

Charater

Character dalam arti deskriptif

Manusia

Sanguinis Populer

Aspek fisiologis            Temp. Perasaan

Temperament                                                                                Melancholis

Aspek psikologis

Choleris Kuat

Temp. Kegiatan

Phlegmatis Damai

4.   Temperamen Melankolis

a)  Kekuatan Melankolis

  • Semua hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting dan selalu disertai dengan syak-wa-sangka atau kebimbangan
  • Perhatiannya terutama tertuju kepada segi kesukaran-kesukarannya
  • Tidak mudah membuat janji, karena dia berusaha akan selalu menepati janji yang telah dibuatnya. Tetapi hal ini dilakukannya tidak atas dasar pertimbangan moral melainkan karena kalau tidak menepati janji itu sangat merisaukan jiwanya. Hal ini juga menyebabkan dia kurang percaya dan tidak mudah menerima keramah-tamahan orang lain.
  • Suasana perasaannya umumnya juga bertentangan dengan suasana perasaan sanguins. Hal ini menyebabkan mengurangi kepuasaan akan keadaannya, dan kurang dapat melihat kesenangan orang lain.
  • Mendalam dan penuh pikiran
  • Analitis
  • Serius dan tekun
  • Cenderung jenius
  • Berbakat dan kreatif
  • Artistik atau musikal
  • Filosofis dan puitis
  • Menghargai keindahan
  • Perasa terhadap orang lain
  • Suka berkorban
  • Penuh kesadaran
  • Idealis

Melankolis Sempurna sebagai Oang Tua

  • Menerapkan standar tinggi
  • Ingin segalanya dilakukan dgn benar
  • Menjaga rumah selalu rapi
  • Merapikan barang anak-anak
  • Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain
  • Mendorong intelegensi dan bakat

Melakolis Sempurna di Pekerjaan

  • Berorientasi jadwal
  • Perfeksionis, standar tinggi
  • Sadar perincian
  • Gigih dan cermat
  • Tertib dan terorganisasi
  • Teratur dan rapi
  • Ekonomis
  • Melihat masalah
  • Mendapat pemecahan kreatif
  • Perlu menyelesaikann apa yang dimulai
  • Suka diagram, grafik, bagan, daftar

Melankolis sebagai Teman

  • Hati-hati dalam berteman
  • Puas tinggal di latar belakang
  • Menghindari perhatian
  • Setia dan berbakti
  • Mau mendengarkan keluhan
  • Bisa memecahkan masalah orang lain
  • Sangat memperhatikan orang lain
  • Terharu oleh air mata penuh belas kasihan
  • Mencari teman hidup ideal

b) Kelemahan Melankolis

●    Tidak berorientasi manusia

●    Tertekan karena ketidaksempurnaan

●    Memilih pekerjaan sulit

●    Ragu-ragu memulai proyek

●    Melewatkan banyak waktu untuk merencanakan

●    Memilih analisis diatas kerja

●    Merendahkan diri sendiri

●    Sulit disenangkan

●    Standar sering terlalu tinggi

●    Sangat memerlukan persetujuan

5.     Aplikasi dalam dunia pendidikan

Kebutuhan emosional guru melankolis adalah ketertiban dan kepekaan. Selain menginginkan kesempurnaan dalam kehidupan profesional, mereka juga memerlukan kehidupan pribadi yang tertib. Mereka akan menghargai orang lain yang peka terhadap kebutuhan mereka. Sebagai pengajar, mereka suka mengorganisasi dengan baik, peka terhadap perasaan peserta didiknya, mempunyai kreativitas yang mendalam, dan menginginkan unjuk kerja yang bermutu. Karenanya, dalam praktik pembelajaran, secara tegas mereka ingin berada pada garis yang benar. Prilaku melankolis paling baik digunakan untuk mendetilkan pengajaran, berfikir sistematis, dan kemauan kuat untuk memastikan bahwa pengajaran sudah mampu dipahami oleh siswa.

Cara-cara untuk menyesuaikan diri dengan tipe melankolis antara lain:

  1. Ketahuilah bahwa mereka sangat perasa dan mudah sakit hati

Hendaknya kita lebih hati-hati ketika berbicara dengan orang yang memiliki tipe kepribadian melankolis. Usahakan kata-kata yang kita keluarkan tidak menyinggung hatinya karena orang-orang melankolis sangat perasa dan mudah sekali sakit hati.

  1. Sadarilah bahwa mereka diprogram dengan sikap pesimistis.

Jangan terlalu memaksakan orang yang bertipe kepribadian melankolis pada saat ia merasa menyerah terhadap suatu hal, kita hendaknya lebih memahami karena memang orang melankolis deprogram dengan sikap pesimistis. Tetaplah memberinya dukungan yang konstruktif tapi bukan berupa tekanan.

  1. Pujilah mereka dengan tulus dan penuh kasih sayang.

Tipe kepribadian melankolis sangat menyukai jika ia dipuji. Buatlah suasana hatinya selalu senang dengan cara memberinya pujian tiap keberhasilan ataupun pekerjaan yang telah ia kerjakan.

  1. Terimalah kenyataan bahwa kadang-kadang mereka menyukai kesunyian.

Seseorang dengan tipe kepribadian melankolis terkadang membutuhkan kesunyian saat mengerjakan sesuatu meskipun saat membutuhkan waktu untuk memecahkan persoalannya. Berilah kebebasan kepadanya dengan tidak mengganggu saat ia benar-benar membutuhkan ketenangan. Hal ini lebih bersifat pengertian dan bukan berarti tak mempedulikannya dengan membiarkan ia sendirian.

BAB III

PENUTUP

Setelah mempelajari tentang kepribadian dan tipe kepribadian melankolis, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan. Kepribadian bersifat umum dan khas sehingga membedakan seseorang dengan orang lain sebagai individu yang “unik”, serta merupakan kesatuan jasmani dan rohani, dapat bersifat baik ataupun buruk terhadap diri seseorang. Menurut kami, temperamen adalah aspek kejiwaan dari kepribadian seseorang yang dipengaruhi oleh konstitusi jasmaniah (cairan tubuh) dan dibawa sejak lahir serta sulit diubah oleh pengaruh luar. sifat-sifat yang berhubungan dengan emosi (perasaan) pembawaan dalam diri seseorang , yang tanpa sadar mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Misalnya : pemarah, periang, pemurung, introvern, ektravert dan sebagainya.

Setiap orang menginginkan kepribadian yang lebih baik. Kita semua dilahirkan dengan ciri khas watak kita sendiri. Setelah kita tahu siapa diri kita maka kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain. Begitu anda memahami bagaimana cara mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda maka Anda akan mendapatkan bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik. Dari penjelasan di atas diharapkan kita dapat memahami diri kita dan diri orang lain.

Tipe kepribadian melankolis merupakan tipe kepribadian berdarah berat. Orang-orang melankolis memiliki sikap mudah kecewa, daya juang kecil, muram, tidak mudah membuat janji, pesimistis serta suasana hati bertentangan dengan sanguins. Setelah mengetahui kelebihan serta kekurangan-kekurangan dari melankolis diharapkan kita dapat bersikap yang lebih baik dalam mengaplikasikannya dalam keseharian kita.

Demikian makalah yang kami buat, kami menyadari makalah kami masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif sebagai cambuk kami dalam langkah selanjutnya.

20
Mar
10

Kepribadian Koleris

BAB I PENDAHULUAN

Berpangkal pada kenyataan bahwa kepribadian manusia itu sangat bermacam-macam sekali, mungkin sama banyaknya dengan banyaknya orang, segolongan ahli berusaha menggolong-golongkan manusia ke dalam tipe-tipe tertentu, karena mereka berpendapat bahwa cara itulah paling efektif untuk mengenal sesama manusia dengan baik. Pada sisi lain, sekelompok ahli berpendapat, bahwa cara bekerja seperti dikemukakan di atas itu tidak memenuhi tujuan psikologi kepribadian, yaitu mengenal sesama manusia menurut apa adanya, menurut sifat-sifatnya yang khas, karena dengan penggolongan ke dalam tipe-tipe itu orang justru menyembunyikan kekhususan sifat-sifat seseorang. Tentang teori tipologi ada salah satu tokoh yang terpengaruh oleh Kosmologi Empedokles, yang menganggap bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun atas empat unsur pokok, yaitu tanah, air, udara, dan api, yang masing-masing mendukung sifat tertentu, yaitu tanah mendukung sifat kering, air mendukung sifat basah, udara mendukung sifat dingin dan api mendukung sifat panas, menurut pendapat Hippocrates (460 – 370) bahwa juga di dalam tubuh manusia terdapat sifat-sifat tersebut yang didukung oleh cairan-cairan yang ada di dalam tubuh, yaitu : • Sifat kering didukung oleh Cholc, • Sifat basah didukung oleh Melannchole, • Sifat dingin didukung oleh Phlegma, • Sifat panas didukung oleh Sanguis. Hippocrates Galenus berpendapat, bahwa di dalam tubuh manusia terdapat empat macam cairan pokok, yaitu chole, melanchole, phlegma, dan sanguis. Sifat kejiwaan tertentu yang khas ini, yang adanya tergantung kepada dominasi cairan dalam tubuh itu oleh Gelenus disebut temperamental. Setiap orang tentunya memiliki kepribadiannya masing-masing dan memiliki keunikan tersendiri dan tentunya berbeda satu dengan lainnya. Pada akhirnya tentunya kita mengharapkan kepribadian yang baik dalam diri kita. Setelah kita mengetahui diri kita seperti apa, maka kita akan berusaha memperbaiki kepribadian kita yang buruk dan meningkatkan kualitas kepribadian kita yang sudah baik. Untuk dapat memahami sifat dasar yang kita miliki, maka kita akan mempelajari tentang tipologi kepribadian dan yang akan kami bahas dan pelajari pada makalah ini adalah salah satu jenis tipe kepribadian, yaitu tipe kepribadian koleris.

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Kepribadian manusia terbentuk dari banyak sekali komponen (sifat), dan setiap komponen merupakan variabel. Setiap orang memiliki kepribadian yang susunan komponennya berbeda dengan orang lain. Karena itu setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda dengan orang lain. Pengertian kepribadian secara umum sendiri berasal dari kata persona kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral. Kepribadian adalah seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil, yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir, merasa, dan gerakan) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologic saat itu (Mandy atau Burt) Sedangkan pengertian kepribadian menurut Sigmund Freud adalah suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut. Pengertian Kepribadian Menurut G. Alport adalah Kepribadian adalah organisasi dinamis di dalam individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan tingkah-laku dan pikirannya secara karakteristik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Kepribadian sendiri menurut kami seperti dua sisi mata uang, ada baik dan ada juga yang buruk. Tentunya hal tersebut sudah menjadi kuasa Tuhan kita seperti ini. Kepribadian yang baik dan buruk tersebut tidak muncul disaat yang bersamaan, terkadang pada kondisi-kondisi tertentu kepribadian baik dan kepribadian buruk muncul dan dominan. Secara alami pada diri kita terdapat potensi yang sangat besar didalam diri kita. Namun terkadang kita tidak pernah menyadari potensi itu yang menyebabkan kita terkadang merasa tidak berguna, gampang menyerah dan putus asa jika mengalami suatu hambatan. Hal inilah yang menyebabkan kemampuan terbaik dalam diri kita terhambat dan tidak muncul, malah terbatasi. Jika kita berbicara tentang keterbatasan pasti semua memiliki keterbatasan. Namun menurut kami kita jangan menyerah dengan keterbatasan yang sedang kita alami. Jangan takut untuk mencoba. Tentunya sikap berani mencoba ini juga harus diimbangi dengan sikap optimis dan percaya bahwa pada diri kita terdapat potensi yang besar untuk maju dan bisa dalam melakukan suatu hal. Dalam diri kita tentunya sangat menginginkan kepribadian yang paling baik. Kita semua pastinya dilahirkan dengan ciri khas watak dan kepribadian masing-masing. Pada akhirnya tentunya kita mengharapkan kepribadian yang baik dalam diri kita. Setelah kita mengetahui diri kita seperti apa, maka kita akan berusaha memperbaiki kepribadian kita yang buruk dan meningkatkan kualitas kepribadian kita yang sudah baik. Dari sini kita akan mempelajari tipe-tipe kepribadian dan yang akan dibahas oleh kelompok kami adalah tipe kepribadian koleris.

B. TEMPERAMEN

Pengertian temperamen dan kepribadian sering terjadi kekacauan. Namun secara umum keduanya terdapat perbedaan. Temperamen dilihat sebagai disposisi yang sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami modifikasi di dalam perkembangan. Dari sini peranan keturunan lebih penting atau besar daripada segi-segi kepribadian yang lain.

Definisi Temperamen menurut beberapa tokoh:

a. Menurut Alport temperamen adalah gejala karakteristik daripada sifat emosi individu, termasuk juga mudah-tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara daripada fluktuasi dan intensitas suasana hati. Gejala ini bergantung pada faktor konstitusional, dan karenanya terutama berasal dari keturunan.

b. Menurut G. Edwald mengartikan temperamen adalah konstitusi psikis yang berhubungan dengan konstitusi jasmani. Di sini peranan keturunan memainkan peranan penting, sedangkan pengaruh pendidikan dan lingkungan tidak ada. Dalam kaitan dengan watak, G. Ewald lebih melihat temperamen sebagai yang tetap seumur hidup, yang tak mengalami perkembangan, karena temperamen bergantung pada konstelasi hormon-hormon, sedangkan konstelasi hormon-hormon itu tetap selama hidup.

c. Menurut Chaplin (1995) temperamen adalah totalitas terorganisir dari kecenderungan-kecenderungan psikofisik individu untuk mereaksi dengan satu cara tertentu. d. Menurut LaHaye (1999), temperamen adalah kombinasi pembawaan yang diwarisi dari orang tua dan tanpa sadar mempengaruhi tingkah laku manusia.

e. Sujanto (1993) menjelaskan bahwa temperamen berasal dari kata temper yang berarti campuran. Temperamen adalah sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya yang juga mempengaruhi tingkah laku orang tersebut. Jadi temperamen berarti sifat laku jiwa dalam hubungannya dengan sifat kejasmanian. Temperamen juga merupakan sifat-sifat yang tetap dan tidak dapat di didik.

f. Fauzi (2004) mendefinisikan temperamen sebagai sifat-sifat yang berhubungan dengan emosi (perasaan), misalnya pemarah, penyabar, periang, pemurung, introvert, ekstrovert, dan sebagainya.

g. Pengertian temperamen menurut kami adalah sifat-sifat dalam diri seseorang yang memiliki hubungan dengan emosi dalam diri seseorang, yang tanpa disadari ternyata mempengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang

C. TEMPERAMEN KOLERIS

Temperamen sendiri terbagi atas 4 jenis yaitu temperamen sanguinis, melankolis, koleris dan pleghmatis. Yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tipe kepribadian koleris yang dalam tubuh manusia sering disebut sifat kering, yang terdapat dalam chole (empedu kuning). Seorang choleris tampil hangat, serba cepat, aktif, praktis, berkemauan keras, sanggup mencukupi keperluannya sendiri, dan sangat independen. Dia cenderung tegas dan berpendirian keras, dengan gampang dapat membuat keputusan bagi dirinya dan bagi orang lain. Seperti seorang sanguinis, seorang choleris adalah seorang ekstrovert, walau tidak seekstrovertnya seorang sanguinis. Seorang choleris hidup dengan aktif. Dia tidak butuh digerakkan dari luar, malah mempengaruhi lingkungannya dengan gagasan-gagasannya, rencana, tujuan, dan ambisi-ambisinya yang tak pernah surut. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh’ melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah. Tipe ini paling baik dalam hal pekerjaan yang memerlukan keputusan cepat, persoalan yang memerlukan tindakan dan pencapaian seketika, bidang-bidang yang menuntut kontrol dan wewenang yang kuat. Orang koleris adalah orang yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Punya wibawa, punya kemauan kuat, serta biasanya gampang menyuruh-nyuruh orang lain. Seorang koleris tampil hangat, serba cepat, aktif, pasif, berkemauan keras, dan sangat independen. Dia cenderung tegas dan berpendirian keras, dengan gampang dapat membuat keputusan bagi dirinya dan bagi orang lain. Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula untuk mengalah.

C. KEKUATAN DAN KELEMAHAN KEPRIBADIAN KOLERIS

a. Kekuatan

1. Berbakat memimpin

2. Mau memimpin dan mengorganisasi

3. Dinamis dan aktif

4. Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan

5. Tidak emosional dan tidak mudah patah semangat

6. Bebas dan mandiri

7. Biasanya benar dan punya visi ke depan

8. Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran atau target

9. Berani menghadapi tantangan dan masalah

10. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”

11. Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat

12. Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas

13. Membuat dan menentukan tujuan

14. Terdorong oleh tantangan dan tantangan

15. Sebagai teman, tipe ini tidak terlalu memerlukan teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan unggul dalam keadaan darurat

b. Kekuatan Tipe koleris diberbagai hal (Ekstrovet, pelaku, optimis)

1. Emosi Koleris Kuat Berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, Sangat memerlukan perubahan, harus memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, Tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan, bisa menjalankan apa saja.

2. Koleris Kuat di Pekerjaan Berorientasi target, Melihat seluruh gambaran, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Membuat target, Merangsang kegiatan, Berkembang karena saingan.

3. Koleris Kuat sebagai Teman Tidak terlalu perlu teman, Mau bekerja untuk kegiatan, Mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.

4. Koleris Kuat sebagai Orang Tua Memberikan kepemimpinan kuat. Menetapkan tujuan, Memotivasi keluarga untuk kelompok, Tahu jawaban yang benar, Mengorganisasi rumah tangga.

c. Kelemahan

1. Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

2. Tidak tahu bagaimana cara menangani orang lain;

3. Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf

4. Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)

5. Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)

6. Senang memerintah

7. Menyukai kontroversi dan pertengkaran

8. Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai

9. Terlalu kaku dan kuat/ keras

10. Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik

11. Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci

12. Sering membuat keputusan tergesa-gesa

13. Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain

14. Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan

D. APLIKASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Dalam dunia anak-anak, anak yang memiliki tipe kepribadian koleris memiliki julukan sebagai bos kecil. Anak yang memiliki tipe kepribadian koleris dirinya suka mengatur, tidak suka berkompromi, menuntut loyalitas dan penghargaan, cepat mengambil keputusan dan tegas dalam bertindak, bisa dipercaya dan mereka punya sifat alami untuk memperbaiki apa yang salah, menurut standar mereka, mereka senang menerima tugas-tugas sulit. Disiplin diri serta kemampuan untuk fokus membuat mereka sering meraih kesuksesan Namun anak yang memiliki tipe kepribadian koleris memiliki kelemahan yaitu mereka cenderung menjadi keras kepala, dan tidak peka pada perasaan orang lain. Mereka juga cenderung pemarah jika keinginannya tidak dipenuhi. Marah adalah cara mereka mengendalikan orang lain

Cara untuk mengendalikan anak yang tipe kepribadian koleris adalah sebagai berikut:

a. Bangun rasa percaya diri mereka dengan penghargaan atau pujian

b. Sibukkan mereka. Berikan pekerjaan yang bisa mereka selesaikan, karena jika mereka tahu mereka tak mampu menyelesaikannya dengan baik, mereka takkan mau repot-repot menyentuhnya.

c. Anak berkepribadian Koleris sangat tegas. Mereka memandang kehidupan dalam hitam dan putih. Maka itu, sentuh logika dan akal sehat mereka untuk menjelaskan hal-hal buruk yang mereka lakukan.

d. Anak-anak Koleris senang memimpin dan jago dalam hal itu. Maka itu berikan ia kendali akan satu atau dua hal di rumah. Misalnya membiarkannya memilih permainan yang akan dimainkan, memimpin doa bersama sebelum makan, atau bertanggung jawab atas makanan hewan peliharaan Anda.

e. Semua orang tidak menyukai hukuman, tapi tak ada yang paling membencinya selain anak Koleris. Hukuman menurut mereka adalah kebalikan dari prestasi. Bicaralah dari hati ke hati sebelum menghukumnya, agar ia paham kesalahan apa yang ia buat.

f. Percaya diri berlebihan yang dimiliki anak Koleris memang menjadi nilai plus untuk mereka. Meski begitu, kepercayaan diri yang berlebihan bisa menjadi kesombongan, sehingga kita harus bisa membatasinya

BAB III

PENUTUP

Setelah kita mempelajari tipe kepribadian koleris kita dapat menarik beberapa kesimpulan bahwa Tipe Kepribadian Koleris adalah tipe kepribadian yang memiliki keunikan tersendiri daripada tipe-tipe kepribadian yang lainnya. Kami mengambil kesimpulan bahwa orang tipe ini memiliki sifat berbakat memimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, tidak emosional dan tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri. Sebagai teman, tipe ini tidak terlalu memerlukan teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan unggul dalam keadaan darurat. Pada diri anak yang memiliki tipe kepribadian koleris cenderung dalam dirinya memiliki sifat keras kepala, tidak peka perasaannya terhadap orang lain dan cenderung pemarah jika keinginannya tidak terpenuhi. Dari sini kita dapat mempelajari bahwa tipe kepribadian ini sangatlah suka memimpin namun kekurangan yang paling terlihat adalah mereka tidak mau disalahkan alias selalu benar. Bahkan pada anak-anak cenderung sombong dan pemarah jika orang lain tidak menuruti keinginannya. Setelah mengetahui kekuatan dan kelemahan tipe kepribadian kita terutama tipe kepribadian koleris kita dapat mengembangkan kekuatannya dan memperbaiki kelemahannya. Kelak jika kita menjadi guru nanti, kita dapat dan bisa untuk mengatasi dan membimbing dengan baik anak yang memiliki tipe kepribadian koleris. Perlu kita ingat bahwa setiap kepribadian memiliki keunikan tersendiri. Tuhan memiliki rencana untuk tiap pribadi manusia di dunia ini. Kita wajib mengembangkan diri kita agar menjadi lebih baik, dan kelak kita menjadi guru nanti kita bisa menjadi guru yang baik dan dapat menuntun anak didik kita dengan baik.

03
Des
09

apa jadinya UN 2010

UN atau yang biasa dikenal dengan ujian nasional mengundang berbagai polemik pada pelaksanaan tahun ajaran ini. seperti pelaksanaan ujian nasional yang sudah-sudah, terdapat banyak masalah yang terjadi tentang pelaksanaan ujian nasional. salah satunya bentuk kecurangan yang terjadi di pelaksanaan ujian nasional. dengan kemajuan teknologi saat ini kecurangan pada ujian nasional lebih mudah terjadi, tentunya kita harus merenungi dan tugas kita sebagai pendidik agar dapat menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi bukan malah terjadi sebaliknya, kita harus memikirkan bersama keputusan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia.

02
Des
09

Permainan Tradisional

  1. 1. Permainan Congklak
    1. Pengenalan Permainan Congklak

Permainan congklak merupakan permainan yang dimainkan oleh dua orang yang biasanya perempuan. Permainan ini merupakan sarana untuk mengatur strategi dan kecermatan. Alat yang digunakan terbuat dari kayu atau plastik berbentuk mirip perahu dengan panjang sekitar 75 cm dan lebar 15 cm. Pada kedua ujungnya terdapat lubang yang disebut induk. Diantar keduanya terdapat lubang yang lebih kecil dari induknya berdiameter kira-kira 5 cm. Setiap deret berjumlah 7 buah lubang. Pada setiap lubang kecil tersebut diisi dengan kerang atau biji-bijian sebanyak 7 buah.

  1. Cara Bermain Permainan Congklak

Cara bermainnya adalah dengan mengambil biji-bijian yang ada di lubang bagian sisi milik kita kemudian mengisi biji-bijian tersebut satu persatu ke lubang yang dilalui termasuk lubang induk milik kita (lubang induk sebelah kiri) kecuali lubang induk milik lawan, jika biji terakhir jatuh di lubang yang terdapat biji-bijian lain maka bijian tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Begitu seterusnya sampai biji terakhir jatuh kelubang yang kosong. Jika biji terakhir tadi jatuh pada lubang yang kosong maka giliran pemain lawan yang melakukan permainan. Permainan ini berakhir jika biji-bijian yang terdapat di lubang yang kecil telah habis dikumpulkan. Pemenangnya adalah anak yang paling banyak mengumpulkan biji-bijian ke lubang induk miliknya.

  1. 2. Permainan Egrang
    1. Pengenalan Permainan Egrang

Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.

Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50 cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20 cm.

  1. Cara Bermain Permainan Egrang

Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.

  1. 3. Permainan Lompat Tali
    1. Pengenalan Permainan Lompat Tali

Lompat tali atau “main karet” pernah populer di kalangan anak angkatan 70-an hingga 80-an. Permainan lompat tali ini menjadi favorit saat “keluar main” di sekolah dan setelah mandi sore di rumah. Sekarang, “main karet” mulai dilirik kembali antara lain karena ada sekolah dasar menugaskan murid-muridnya membuat roncean tali dari karet gelang untuk dijadikan sarana bermain dan berolahraga. Alat yang dibutuhkan cukup sederhana. Bisa berupa tali yang terbuat dari untaian karet gelang atau tali yang banyak dijual di pasaran yang dikenal dengan tali skipping. Permainan lompat tali secara fisik akan menjadikan anak lebih kuat dan tangkas. Belum lagi manfaat emosional, intelektual, dan sosialnya yang akan berkembang dalam diri anak tersebut.

  1. Cara Bermain Lompat Tali

Cara bermainnya masih tetap sama, bisa dilakukan perorangan ataupun berkelompok. Jika hanya bermain seorang diri biasanya anak akan mengikatkan tali pada tiang, batang pohon atau pada apa pun yang memungkinkan, lalu melompatinya. Permainan secara soliter bisa juga dengan cara skipping, yaitu memegang kedua ujung tali kemudian mengayunkannya melewati kepala dan kaki sambil melompatinya.

Jika bermain secara berkelompok biasanya melibatkan minimal 3 anak. Diawali dengan gambreng atau hompipah untuk  menentukan dua anak yang kalah sebagai pemegang kedua ujung tali. Dua anak yang kalah akan memegang ujung tali; satu di bagian kiri, satu anak lagi di bagian kanan untuk meregangkan atau mengayunkan tali. Lalu anak lainnya akan melompati tali tersebut. Aturan permainannya simpel; bagi anak yang sedang mendapat giliran melompat, lalu gagal melompati tali, maka anak tersebut akan berganti dari posisi pelompat menjadi pemegang tali.

02
Des
09

TANDA BACA

1. Tanda Titik (.)
a. Tanda Titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
saya suka minum es teh.
Sebuah kalimat diakhiri dengan tanda titik, apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan, cara ini dipakai dalam penulisan karya ilmiah.
b. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
• Dhimas Luthfi H.
• M. Alwi Susanto
Tetapi apabila nama ditulis dengan lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh:
• Sandy Chanester
• Sigit Purnomo
c. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, sapaan.
Contoh:
• M.Pd (Magister Pendidikan)
• Tn. (Tuan)
• Dr. (Doktor)
d. Tanda singkat dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
• dll. (dan lain-lain)
• Yth. (yang terhormat)
• Dsb. (dan sebagainya)
Dalam penulisan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, makalah, laporan tidak dianjurkan mempergunakan singkatan.
e. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau suatu daftar.
Contoh:
Persiapan Ujian Akhir Semester
A. Peraturan Ujian Akhir Semester
B. Syarat Ujian Akhir Semester
Jika berupa angka, maka urutan angka tersebut dapat disusun seperti berikut ini dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal.
Contoh:
• 1.1
• 1.1.2
f. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
• Pukul 07:10:35 (pukul 7 lewat 10 menit 35 detik)
• Pukul 10:05:35 (pukul 10 lewat 5 menit 35 detik)
g. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
• Nama Dhimas terdapat dalam halaman 535 dan dicetak tebal
• Nomor giro 021535 telah saya berikan kepada Erna
h. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata atau gabungan keduanya, yang terdapat didalam nama badan pemerintah, lembaga-lembaga nasional didalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:
• Dirjen (Direktur Jendral)
• UAN (Ujian Akhir Nasional)
• SMP (Sekolah Menengah Pertama)
• ILO (International Labor Organization)
i. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan dan mata uang.
Contoh:
• NaCl (Natrium Clorida)
• 35 kg
• 35 liter
• Rp 350, 00
j. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.
Contoh:
• Latar Belakang Pembuatan Proposal
• Susunan Acara
k. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
Contoh:
• Jalan Raden Soeprapto 21
• Purwodadi, 21 November 2009
• Yth. Bpk. Dhimas
Jalan Raden Soeprapto 21
Purwodadi Grobogan

2. Tanda Koma (,)
a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:
• Saya membeli buku tulis, pensil, dan karet penghapus
Contoh penggunaan tanda koma yang salah
• Saya menjual pisang, jambu dan durian
b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh:
• Dirimu cantik seperti bintang yang ada dilangit
• Saya sudah mengerjakan PR, tetapi bukunya tertinggal di rumah
c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
• Kalau ada uang, pasti akan aku belikan
• Karena rajin belajar, ia naik kelas dengan nilai yang bagus
d. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:
• Pasti akan aku belikan kalau ada uang
e. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:
• Oleh karena itu, aku bisa mendapatkannya
• Jadi, pada akhirnya dia jadi membeli laptop
f. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
• Aduh, kakiku tertusuk duri
• Wah, bukan main cantiknya
g. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:
• Kata Ahmad, “dia pintar dan rajin menabung”
h. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal, (ii) bagian-bagian kalimat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
• Purwodadi, 21 November 2009
• Purwodadi, Indonesia
i. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:
• Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D., Pengenalan Komputer (Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan), Yogyakarta: Andi Offset, 1999.
• Yogiyanto, H.M., Analisa dan Desain Sistem Informasi, Yogyakarta: Andi Offset, 2003.
j. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:
• I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk pembelajaran (Bandung: UP Indonesia, 1990), halaman 22.
k. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:
• Dhimas Luthfi Herjunanto, S.Pd.
• Dra. H.M. Syahbani
l. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
• 64, 5 kg
• 60, 5 m
m. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:
• Pencipta komputer, Bill Gates, pandai sekali
n. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
• Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
o. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:
• “dimana Ahmad tinggal?”, tanya Dhimas
3. Tanda Titik Koma (;)
a. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Contoh:
• Malam makin larut; kami belum selesai mengerjakan tugas itu
b. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:
• Ayah mengurus tanaman di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik sedang belajar; saya sendiri asyik menonton televisi.
4. Tanda Titik Dua (:)
a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:
• FKIP UKSW memiliki enam progdi: PGSD, Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, BK, dan PPKn
b. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:
• Ketua : Dhimas Luthfi Herjunanto
• Wakil Ketua : Erna Sumaryati
• Sekretaris : Michael Nugroho
• Bendahara : Maida Ayu Mahardika
c. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
• Dhimas : “Jangan lupa perbaiki genteng yang bocor itu!”
• Michael : “Siap Pak!”
d. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
• (i) Tempo, I (2000), 35:5
• (ii) Surah Al Fatikhah: 6
• (iii) Karangan Ali Mahmudi, Pendidikan Bahasa Indonesia: Sebuah Studi sudah terbit.
e. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:
• Kita memerlukan buku tulis, karet penghapus, dan pensil

5. Tanda Hubung
a. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh:
• ….dia beli ba-
ru juga.
Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.
Contoh:
• …. masalah i-
tu akan diproses.
b. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.
Contoh:
• …. cara baru meng-
ukur panas
akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
contoh:
• ………mengharga-
i pendapat.
c. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: anak-anak
tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.
d. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh: p-e-n-g-u-r-u-s
e. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
Contoh:
• ber-evolusi dengan be-revolusi
• dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000).
• Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
• PN dengan di-PN-kan.
f. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata.
Contoh:
• se-Indonesia
• hadiah ke-2
• tahun 50-an
g. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
• di-charter
• pen-tackle-an
6. Tanda Pisah
a Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
Contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
Contoh: Semarang—Ibu kota Jawa Tengah—terletak di Pulau Jawa
b. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
Contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
c. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
Contoh:
• 2005—2009
• Semarang—Jakarta
• 10—13 November 2009
7. Tanda Tanya (?)
a. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya
Contoh: berapa harga buku ini pak?
b. Tanda Tanya dipakai dalam di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh: uang sebanyak 50 juta rupiah (?) hilang
8. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
• Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
• Sampai hati ia membuang anaknya!
9. Tanda Kurung ( (…) )
a. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh:
• Bagian Keuangan sudah selesai menyusun anggaran tahunan kantor yang akan dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) besok
b. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
• Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.
c. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:
• Pembalap itu berasal dari (kota) Purwodadi.
d. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:
• Bauran Pemasaran menyangkut masalah (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (c) promosi.
10. Tanda Petik (“…”)
a. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh: “Aku akan berangkat” kata Dhimas, “tunggu sebentar!”.
b. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh: Sajak “Berdiri Aku: terdapat pada halaman 5 buku tersebut.
c. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh: ia memakai celana panjang yang ketat yang dikalangan remaja dikenal dengan nama “celana pensil”.
d. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung
Contoh: kata Ahmad, “saya mempunyai dua pasang sepatu”.
e. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat yang ditempatkan dibelakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh: karena gaya rambutnya, Bangkit mendapat julukan “Si Kribo”.

02
Des
09

UNSUR-UNSUR INTRINSIK PROSA CERITA

Pengantar
Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Sedangkan yang dimaksud analisis intrinsik adalah mencoba memahami suatu karya sastra berdasarkan informasi-informasi yang dapat ditemukan di dalam karya sastra aitu atau secara eksplisit terdapat dalam karya sastra. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa suatu karya sastra menciptakan duianya sendiri yang berberda dari dunia nyata. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia karya sastra merupakan fiksi yang tidak berhubungan dengan dunia nyata. Karena menciptakan dunianya sendiri, karya sastra tentu dapat dipahami berdasarkan apa yang ada atau secara eksplisit tertulis dalam teks tersebut.
Pada umumnya para ahli sepakat bahwa unsur intrinsik terdiri dari
a. Tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh
b. Tema dan amanat
c. Latar
d. Alur
e. Sudut pandang/gaya penceritaaan
Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur tersebut
I. TOKOH
Yang dimaksud dengan tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakukan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan.
Berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh sentral dan tokoh bawahan. Tokoh sentral adalah tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita.
Tokoh sentral dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Tokoh sentral protagonis. Tokoh sentral protagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai pisitif.
b. Tokoh sentral antagonis. Tokoh sentral antagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.
Tokoh bawahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu
a. Tokoh andalan. Tokoh andalan adalah tokoh bawahan yang menjadi kepercataan tokoh sentral (protagonis atau antagonis).
b. Tokoh tambahan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita.
c. Tokoh lataran. Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.
Berdasarkan cara menampikan perwatakannya, tokoh dalam cerita dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Tokoh datar/sederhana/pipih. Yaitu tokoh yang diungkapkan atau disoroti dari satu segi watak saja. Tokoh ini bersifat statis, wataknya sedikit sekali berubah, atau bahkan tidak berubah sama sekali (misalnya tokoh kartun, kancil, film animasi).
b. Tokoh bulat/komplek/bundar. Yaitu tokoh yang seluruh segi wataknya diungkapkan. Tokoh ini sangat dinamis, banyak mengalami perubahan watak.
II. PENOKOHAN
Yang dimaksud penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Ada beberapa metode penyajian watak tokoh, yaitu
a. Metode analitis/langsung/diskursif. Yaitu penyajian watak tokoh dengan cara memaparkan watak tokoh secara langsung.
b. Metode dramatik/taklangsung/ragaan. Yaitu penyajian watak tokoh melalui pemikiran, percakapan, dan lakuan tokoh yang disajikan pengarang. Bahkan dapat pula dari penampilan fisiknya serta dari gambaran lingkungan atau tempat tokoh.
c. Metode kontekstual. Yaitu penyajian watak tokoh melalui gaya bahasa yang dipakai pengarang.
Menurut Jakob Sumardjo dan Saini KM., ada lima cara menyajikan watak tokoh, yaitu
a. Melalui apa yang dibuatnya, tindakan-tindakannya, terutama abagaimana ia bersikap dalam situasi kritis.
b. Melalui ucapana-ucapannya. Dari ucapan kita dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua, orang berpendidikan, wanita atau pria, kasar atau halus.
c. Melalui penggambaran fisik tokoh.
d. Melalui pikiran-pikirannya
e. Melalui penerangan langsung.
Tokoh dan latar memang merupakan dua unsur cerita rekaan yang erat berhubungan dan saling mendukung.
III. ALUR
Alur adalah urutaan atau rangkaian peristiwa dalam cerita rekaan. Urutan peristiwa dapat tersusun berdasarkan tiga hal, yaitu
a. Berdasarkan urutan waktu terjadinya. Alur dengan susunan peristiwa berdasarkan kronologis kejadian disebut alur linear
b. Berdasarkan hubungan kausalnya/sebab akibat. Alur berdasarkan hubungan sebab-akibat disebut alur kausal.
c. Berdasarkan tema cerita. Alur berdasarkan tema cerita disebut alur tematik.
Struktur Alur
Setiap karya sastra tentu saja mempunyai kekhususan rangkaian ceritanya. Namun demikian, ada beberapa unsur yang ditemukan pada hampir semua cerita. Unsur-unsur tersebut merupakan pola umum alur cerita. Pola umum alur cerita adalah
a. Bagian awal
1. paparan (exposition)
2. rangkasangan (inciting moment)
3. gawatan (rising action)
b. Bagian tengah
4. tikaian (conflict)
5. rumitan (complication)
6. klimaks
c. Bagian akhir
7. leraian (falling action)
8. selesaian (denouement)
Bagian Awal Alur
Jika cerita diawali dengan peristiwa pertama dalam urutan waktu terjadinya, dikatakan bahwa cerita itu disusun ab ovo. Sedangkan jika yang mengawali cerita bukan peristiwa pertama dalam urutan waktu kejadian dikatakan bahwa cerita itu dudun in medias res.
Penyampaian informasi pada pembaca disebut paparan atau eksposisi. Jika urutan konologis kejadian yang disajikan dalam karya sastra disela dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya, maka dalam cerita tersebut terdapat alih balik/sorot balik/flash back.
Sorot balik biasanya digunakan untuk menambah tegangan/gawatan, yaitu ketidakpastian yang berkepanjangan dan menjadi-jadi. Dalam membuat tegangan, penulis sering menciptakan regangan, yaitu proses menambah ketegangan emosional, sering pula menciptakan susutan, yaitu proses pengurangan ketegangan. Sarana lain yang dapat digunakan untuk menciptakan tegangan adalah padahan (foreshadowing), yaitu penggambaran peristiwa yang akan terjadi.
Bagian Tengah Alur
Tikaian adalah perselisihan yang timbul sebagai akibat adanya dua kekuatan yang bertentangan. Perkembangan dari gejala mula tikaian menuju ke klimaks cerita disebut rumitan. Rumitan mempersiapkan pembaca untuk menerima seluruh dampak dari klimaks. Klimaks adalah puncak konflik antartokoh cerita.
Bagian Akhir Alur
Bagian sesudah klimaks adalah leraian, yaitu peristiwa yang menunjukkan perkembangan peristiwa ke arah selesaian. Selesaian adalah bagian akhir atau penutup cerita.
Dalam membangun peristiwa-peristiwa cerita, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar alur menjadi dinamis. Faktor-faktor penting tersebut adalah
a. faktor kebolehjadian (pausibility). Yaitu peristiwa-peristiwa cerita sebaiknya meyakinkan, tidak selalu realistik tetapi masuk akal. Penyelesaian masalah pada akhir cerita sesungguhnya sudah terkandung atau terbayang di dalam awal cerita dan terbayang pada saat titik klimaks.
b. Faktor kejutan. Yaitu peristiwa-peristiwa sebaiknya tidak dapat secara langsung ditebak/dikenali oleh pembaca.
c. Faktor kebetulan. Yaitu peristiwa-peristiwa tidak diduga terjadi, secara kebetulan terjadi.
Kombinasi atau variasi ketiga faktor tersebutlah yang menyebabkan peristiwa-peristiwa cerita menjadi dinamis.
Selain itu ada hal yang harus dihindari dalam alur, yaitu lanturan atau digresi. Lanturan atau digresi adalah peristiwa atau episode yang tidak berhubungan dengan inti cerita atau menyimpang dari pokok persoalan yang sedang dihadapi dalam cerita.
Macam Alur
Pada umumnya orang membedakan alur menjadi dua, yaitu alur maju dan alur mundur. Yang dimaksud alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian. Sedangkan yang dimaksud alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian.
Pembagian seperti itu sebenarnya hanyalah salah satu pembagian jenis alur yaitu pembagian alur berdasarkan urutan waktu. Secara lebih lengkap dapat dikatakan bahwa ada tiga macam alur, yaitu
a. alur berdasarkan urutan waktu
b. alur berdasarkan urutan sebab-akibat
c. alur berdasarkan tema. Dalam cerita yang beralur tema setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.
Dalam hubungannya dengan alur, ada beberapa istilah lain yang perlu dipahami. Pertama, alur bawahan. Alur bawahan adalah alur cerita yang ada di samping alur cerita utama. Kedua, alur linear. Alur linear adalah rangkaian peristiwa dalam cerita yang susul-menyusul secara temporal. Ketiga, alur balik. Alur balik sama dengan sorot balik atau flash back. Keempat, alur datar. Alur datar adalah alur yang tidak dapat dirasakan adanya perkembangan cerita dari gawatan, klimaks sampai selesaian. Kelima, alur menanjak. Alur menanjak adalah alur yang jalinan peristiwanya semakin lama semakin menanjak atau rumit.
IV. LATAR
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar meliputi penggambaran letak geografis (termasuk topografi, pemandangan, perlengkapan, ruang), pekerjaan atau kesibukan tokoh, waktu berlakunya kejadian, musim, lingkungan agama, moral, intelektual, sosial, dan emosional tokoh.
MACAM LATAR
Latar dibedakan menjadi dua, yaitu
1. Latar fisik/material. Latar fisik adalah tempat dalam ujud fisiknya (dapat dipahami melalui panca indra).
Latar fisik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Latar netral, yaitu latar fisik yang tidak mementingkan kekhususan waktu dan tempat.
b. Latar spiritual, yaitu latar fisik yang menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu.
2. Latar sosial. Latar sosial mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok sosial dan sikap, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan lain-lain.
FUNGSI LATAR
Ada beberapa fungsi latar, antara lain
1. memberikan informasi situasi sebagaimana adanya
2. memproyeksikan keadaan batin tokoh
3. mencitkana suasana tertentu
4. menciptakan kontras
V. TEMA DAN AMANAT
Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. Ada beberapa macam tema, yaitu
a. Ada tema didaktis, yaitu tema pertentangan antara kebaikan dan kejahatan
b. Ada tema yang dinyatakan secara eksplisit
c. Ada tema yang dinyatakan secara simbolik
d. Ada tema yang dinyatakan dalam dialog tokoh utamanya
Dalam menentukan tema cerita, pengarang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
a. minat pribadi
b. selera pembaca
c. keinginan penerbit atau penguasa
Kadang-kadang terjadi perbedaan antara gagasan yang dipikirkan oleh pengarang dengan gagasan yang dipahami oleh pembaca melalui karya sastra. Gagasan sentral yang terdapat atau ditemukan dalam karya sastra disebut makna muatan, sedangkan makna atau gagasan yang dimaksud oleh pengarang (pada waktu menyusun cerita tersebut) disebut makna niatan.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan makna aniatan kadang-kadang tidak sama dengan makna muatan
a. pengarang kurang pandai menjabarkan tema yang dikehendakinya di dalam karyanya.
b. Beberapa pembaca berbeda pendapat tentang gagasan dasar suatu karta.
Yang diutamakan adalah bahwa penafsiran itu dapat dipertanggungjawabkan dengan adanya unsur-unsur di dalam karya sastra yang menunjang tafsiran tersebut.
Dalam suatu karya sastra ada tema sentral dan ada pula tema samapingan. Yang dimaksud tema sentral adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita. Yang dimaksud tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema sentral.
Ada tema yang terus berulang dan dikaitkan dengan tokoh, latar, serta unsur-unsur lain dalam cerita. Tema semacam itu disebut leitmotif. Leitmotif ini mengantar pembaca pada suatu amanat. Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. Amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam tingkah laku tokoh menjelang cerita berakhir, dapat pula secara eksplisit yaitu dengan penyampaian seruan, saran, peringatan, nasehat, anjuran, larangan yang berhubungan dengan gagasan utama cerita.
VI. POINT OF VIEW
Bennison Gray membedakan pencerita menjadi pencerita orang pertama dan pencerita orang ketiga.
1. Pencerita orang pertama (akuan).
Yang dimaksud sudut pandang orang pertama adalah cara bercerita di mana tokoh pencerita terlibat langsung mengalami peristiwa-peristiwa cerita. Ini disebut juga gaya penceritaan akuan.Gaya penceritaan akuan dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Pencerita akuan sertaan, yaitu pencerita akuan di mana pencnerita menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut.
b. Pencerita akuan taksertaan, yaitu pencerita akuan di mana pencerita tidak terlibat menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut.
2. Pencerita orang ketiga (diaan).
Yang dimaksud sudut pandang orang ketiga adalah sudut pandang bercerita di mana tokoh pencnerita tidak terlibat dalam peristiwa-peristiwa cerita. Sudut pandang orang ketiga ini disebut juga gaya penceritaan diaan. Gaya pencerita diaan dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Pencerita diaan serba tahu, yaitu pencerita diaan yang tahu segala sesuatu tentang semua tokoh dan peristiwa dalam cerita. Tokoh ini bebas bercerita dan bahkan memberi komentar dan penilaian terhadap tokoh cerita.
b. Pencerita diaan terbatas, yaitu pencerita diaan yang membatasi diri dengan memaparkan atau melukiskan lakuan dramatik yang diamatinya. Jadi seolah-olah dia hanya melaporkan apa yang dilihatnya saja.
Kadang-kadang orang sulit membedakan antara pengarang dengan tokoh pencerita. Pada prinsipnya pengarang berbeda dengan tokoh pencerita. Tokoh pencerita merupakan individu ciptaan pengarang yang mengemban misi membawakan cerita. Ia bukanlah pengarang itu sendiri.
Jakob Sumardjo membagi point of view menjadi empat macam, yaitu
a. Sudut penglihatan yang berkuasa (omniscient point of view). Pengarang bertindak sebagai pencipta segalanya. Ia tahu segalanya.
b. Sudut penglihatan obyektif (objective point of view). Pengarang serba tahu tetapi tidak memberi komentar apapun. Pembaca hanya disuguhi pandangan mata, apa yang seolah dilihat oleh pengarang.
c. Point of view orang pertama. Pengarang sebagai pelaku cerita.
d. Point of view peninjau. Pengarang memilih salah satu tokohnya untuk bercerita. Seluruh kejadian kita ikuti bersama tokoh ini.
Menurut Harry Shaw, sudut pandang dalam kesusastraan mencakup
a. Sudut pandang fisik. Yaitu sudut pandang yang berhubungan dengan waktu dan ruang yang digunakan pengarang dalam mendekati materi cerita.
b. Sudut pandang mental. Yaitu sudut pandang yang berhubungan dengan perasaan dan sikap pengarang terhadap masalah atau peristiwa yang diceritakannya.
c. Sudut pandang pribadi. Adalah sudut pandang yang menyangkut hubungan atau keterlibatan pribadi pengarang dalam pokok masalah yang diceritakan. Sudut pandang pribadi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pengarang menggunakan sudut pandang tokoh sentral, pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan, dan pengarang menggunakan sudut pandang impersonal (di luar cerita).
Menurut Cleanth Brooks, fokus pengisahan berbeda dengan sudut pandang. Fokus pengisahan merupakan istilah untuk pencerita, sedangkan sudut pandang merupakan istilah untuk pengarang. Tokoh yang menjadi fokus pengisahan merupakan tokoh utama cerita tersebut. Fokus pengisahan ada empat, yaitu
a. Tokoh utama menyampaikan kisah dirinya.
b. Tokoh bawahan menyampaikan kisah tokoh utama.
c. Pengarang pengamat menyampaikan kisah dengan sorotan terutama kepada tokoh utama.
d. Pengarang serba tahu.

Unsur-unsur dalam Karya Sastra
Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Unsur ekstrinsik ini meliputi: latar belakang kehidupan penulis, keyakinan dan pandangan hidup penulis, adat istiadat yang berlaku pada saat itu, situasi politik (persoalan sejarah), ekonomi, dsb. Sementara unsur intrinsik terdiri atas:
Tema
Pokok persoalan dalam cerita.
Karakter
Tokoh dalam cerita. Karakter dapat berupa manusia, tumbuhan maupun benda
Karekter dapat dibagi menjadi:
• Karakter utama: tokoh yang membawakan tema dan memegang banyak peranan dalam cerita
• Karakter pembantu: tokoh yang mendampingi karakter utama
• Protagonis : karakter/tokoh yang mengangkat tema
• Antagonis : karakter/tokoh yang memberi konflik pada tema dan biasanya berlawanan dengan karakter protagonis. (Ingat, tokoh antagonis belum tentu jahat)
• Karakter statis (Flat/static character) : karakter yang tidak mengalami perubahan kepribadian atau cara pandang dari awal sampai akhir cerita.
• Karakter dinamis (Round/ dynamic character): karakter yang mengalami perubahan kepribadian dan cara pandang. Karakter ini biasanya dibuat semirip mungkin dengan manusia sesungguhnya, terdiri atas sifat dan kepribadian yang kompleks.
Catatan: karakter pembantu biasanya adalah karakter statis karena tidak digambarkan secara detail oleh penulis sehingga perubahan kepribadian dan cara pandangnya tidak pernah terlihat secara jelas.
Karakterisasi
Cara penulis menggambarkan karakter. Ada banyak cara untuk menggali penggambaran karakter, secara garis besar karakterisasi ditinjau melalui dua cara yaitu secara naratif dan dramatik. Teknik naratif berarti karakterisasi dari tokoh dituliskan langsung oleh penulis atau narator. Teknik dramatik dipakai ketika karakterisasi tokoh terlihat dari antara lain: penampilan fisik karakter, cara berpakaian, kata-kata yang diucapkannya, dialognya dengan karakter lain, pendapat karakter lain, dsb.
Konflik
Konflik adalah pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita dan . Konflik ini merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot. Ada empat macam konflik, yang dibagi dalam dua garis besar:
Konflik internal
Individu-diri sendiri: Konflik ini tidak melibatkan orang lain, konflik ini ditandai dengan gejolak yang timbul dalam diri sendiri mengenai beberapa hal seperti nilai-nilai. Kekuatan karakter akan terlihat dalam usahanya menghadapi gejolak tersebut
Konflik eksternal Individu – Individu: konflik yang dialami seseorang dengan orang lain
Individu – alam: Konflik yang dialami individu dengan alam. Konflik ini menggambarkan perjuangan individu dalam usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran alam. Individu- Lingkungan/ masyarakat :
Konflik yang dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya.
Seting
Keterangan tempat, waktu dan suasana cerita
Plot
Jalan cerita dari awal sampai selesai
• Eksposisi : penjelasan awal mengenai karakter dan latar( bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan)
• Klimaks : puncak konflik/ ketegangan
• Falling action: penyelesaian
Simbol
Simbol digunakan untuk mewakili sesuatu yang abstrak. Contoh: burung gagak (kematian)
Sudut pandang
Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya.
• Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita, ini ditandai dengan penggunaan kata “aku”. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca tidak mengetahui segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. Keuntungan dari teknik ini adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita.
• Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata ‘kamu’ atau ‘Anda.’ Teknik ini jarang dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita.
• Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti orang ketiga, seperti: mereka dan dia.
Teknik penggunaan bahasa
Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang dipakainya sedemikian rupa sehingga segala pesannya sampai kepada pembaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa yang baik juga membuat tulisan menjadi indah dan mudah dikenang. Teknik berbahasa ini misalnya penggunaan majas, idiom dan peribahasa.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.