02
Des
09

TANDA BACA

1. Tanda Titik (.)
a. Tanda Titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
saya suka minum es teh.
Sebuah kalimat diakhiri dengan tanda titik, apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan, cara ini dipakai dalam penulisan karya ilmiah.
b. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
• Dhimas Luthfi H.
• M. Alwi Susanto
Tetapi apabila nama ditulis dengan lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh:
• Sandy Chanester
• Sigit Purnomo
c. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, sapaan.
Contoh:
• M.Pd (Magister Pendidikan)
• Tn. (Tuan)
• Dr. (Doktor)
d. Tanda singkat dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
• dll. (dan lain-lain)
• Yth. (yang terhormat)
• Dsb. (dan sebagainya)
Dalam penulisan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, makalah, laporan tidak dianjurkan mempergunakan singkatan.
e. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau suatu daftar.
Contoh:
Persiapan Ujian Akhir Semester
A. Peraturan Ujian Akhir Semester
B. Syarat Ujian Akhir Semester
Jika berupa angka, maka urutan angka tersebut dapat disusun seperti berikut ini dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal.
Contoh:
• 1.1
• 1.1.2
f. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
• Pukul 07:10:35 (pukul 7 lewat 10 menit 35 detik)
• Pukul 10:05:35 (pukul 10 lewat 5 menit 35 detik)
g. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
• Nama Dhimas terdapat dalam halaman 535 dan dicetak tebal
• Nomor giro 021535 telah saya berikan kepada Erna
h. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata atau gabungan keduanya, yang terdapat didalam nama badan pemerintah, lembaga-lembaga nasional didalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:
• Dirjen (Direktur Jendral)
• UAN (Ujian Akhir Nasional)
• SMP (Sekolah Menengah Pertama)
• ILO (International Labor Organization)
i. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan dan mata uang.
Contoh:
• NaCl (Natrium Clorida)
• 35 kg
• 35 liter
• Rp 350, 00
j. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.
Contoh:
• Latar Belakang Pembuatan Proposal
• Susunan Acara
k. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
Contoh:
• Jalan Raden Soeprapto 21
• Purwodadi, 21 November 2009
• Yth. Bpk. Dhimas
Jalan Raden Soeprapto 21
Purwodadi Grobogan

2. Tanda Koma (,)
a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:
• Saya membeli buku tulis, pensil, dan karet penghapus
Contoh penggunaan tanda koma yang salah
• Saya menjual pisang, jambu dan durian
b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh:
• Dirimu cantik seperti bintang yang ada dilangit
• Saya sudah mengerjakan PR, tetapi bukunya tertinggal di rumah
c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
• Kalau ada uang, pasti akan aku belikan
• Karena rajin belajar, ia naik kelas dengan nilai yang bagus
d. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:
• Pasti akan aku belikan kalau ada uang
e. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:
• Oleh karena itu, aku bisa mendapatkannya
• Jadi, pada akhirnya dia jadi membeli laptop
f. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
• Aduh, kakiku tertusuk duri
• Wah, bukan main cantiknya
g. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:
• Kata Ahmad, “dia pintar dan rajin menabung”
h. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal, (ii) bagian-bagian kalimat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
• Purwodadi, 21 November 2009
• Purwodadi, Indonesia
i. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:
• Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D., Pengenalan Komputer (Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan), Yogyakarta: Andi Offset, 1999.
• Yogiyanto, H.M., Analisa dan Desain Sistem Informasi, Yogyakarta: Andi Offset, 2003.
j. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:
• I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk pembelajaran (Bandung: UP Indonesia, 1990), halaman 22.
k. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:
• Dhimas Luthfi Herjunanto, S.Pd.
• Dra. H.M. Syahbani
l. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
• 64, 5 kg
• 60, 5 m
m. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:
• Pencipta komputer, Bill Gates, pandai sekali
n. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
• Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
o. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:
• “dimana Ahmad tinggal?”, tanya Dhimas
3. Tanda Titik Koma (;)
a. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Contoh:
• Malam makin larut; kami belum selesai mengerjakan tugas itu
b. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:
• Ayah mengurus tanaman di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik sedang belajar; saya sendiri asyik menonton televisi.
4. Tanda Titik Dua (:)
a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:
• FKIP UKSW memiliki enam progdi: PGSD, Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, BK, dan PPKn
b. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:
• Ketua : Dhimas Luthfi Herjunanto
• Wakil Ketua : Erna Sumaryati
• Sekretaris : Michael Nugroho
• Bendahara : Maida Ayu Mahardika
c. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
• Dhimas : “Jangan lupa perbaiki genteng yang bocor itu!”
• Michael : “Siap Pak!”
d. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
• (i) Tempo, I (2000), 35:5
• (ii) Surah Al Fatikhah: 6
• (iii) Karangan Ali Mahmudi, Pendidikan Bahasa Indonesia: Sebuah Studi sudah terbit.
e. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:
• Kita memerlukan buku tulis, karet penghapus, dan pensil

5. Tanda Hubung
a. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh:
• ….dia beli ba-
ru juga.
Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.
Contoh:
• …. masalah i-
tu akan diproses.
b. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.
Contoh:
• …. cara baru meng-
ukur panas
akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
contoh:
• ………mengharga-
i pendapat.
c. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: anak-anak
tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.
d. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh: p-e-n-g-u-r-u-s
e. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
Contoh:
• ber-evolusi dengan be-revolusi
• dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000).
• Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
• PN dengan di-PN-kan.
f. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata.
Contoh:
• se-Indonesia
• hadiah ke-2
• tahun 50-an
g. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
• di-charter
• pen-tackle-an
6. Tanda Pisah
a Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
Contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
Contoh: Semarang—Ibu kota Jawa Tengah—terletak di Pulau Jawa
b. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
Contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
c. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
Contoh:
• 2005—2009
• Semarang—Jakarta
• 10—13 November 2009
7. Tanda Tanya (?)
a. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya
Contoh: berapa harga buku ini pak?
b. Tanda Tanya dipakai dalam di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh: uang sebanyak 50 juta rupiah (?) hilang
8. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
• Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
• Sampai hati ia membuang anaknya!
9. Tanda Kurung ( (…) )
a. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh:
• Bagian Keuangan sudah selesai menyusun anggaran tahunan kantor yang akan dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) besok
b. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
• Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.
c. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:
• Pembalap itu berasal dari (kota) Purwodadi.
d. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:
• Bauran Pemasaran menyangkut masalah (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (c) promosi.
10. Tanda Petik (“…”)
a. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh: “Aku akan berangkat” kata Dhimas, “tunggu sebentar!”.
b. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh: Sajak “Berdiri Aku: terdapat pada halaman 5 buku tersebut.
c. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh: ia memakai celana panjang yang ketat yang dikalangan remaja dikenal dengan nama “celana pensil”.
d. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung
Contoh: kata Ahmad, “saya mempunyai dua pasang sepatu”.
e. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat yang ditempatkan dibelakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh: karena gaya rambutnya, Bangkit mendapat julukan “Si Kribo”.


2 Responses to “TANDA BACA”


  1. 25 Januari 2012 pukul 13:26

    Download Kumpulan Contoh Makalah Gratis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: