Archive Page 2

02
Des
09

Contoh Pidato Sambutan Serah Terima Jabatan

Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua. Kepada yang terhormat bapak Siswanto Hadi, yang saya hormati Bapak Ngadiono, teman-teman bapak dan ibu guru serta para karyawan sekolah SD Genuk Suran 3 yang saya kasihi.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul ditempat ini guna mengadakan acara serah terima jabatan kepala sekolah kita SD Genuk Suran 3.
Para hadirin yang saya hormati, ijinkanlah saya mewakili teman-teman guru dan karyawan sekolah SD Negeri Genuk Suran 3 untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka acara serah terima jabatan kepala sekolah SD Genuk Suran 3.
Selama ini kepala sekolah kita yang sebentar lagi meninggalkan sekolah tercinta kita ini, bapak Siswanto Hadi telah memberikan yang terbaik untuk sekolah kita. Usaha beliau untuk menjadikan sekolah kita ini untuk menjadi lebih baik telah menampakkan hasil, salah satunya sekolah kita mendapatkan bantuan untuk pengembangan kelas dan pengembangan teknologi informasi bagi sekolah kita. Beliau pun menjadi contoh dan panutan yang baik bagi guru-guru yang lain dan bagi karyawan sekolah. Kami berharap semoga Bapak Siswanto Hadi dapat meneruskan prestasinya di sekolah yang baru. Dan kami mengucapkan selamat datang kepada bapak kepala sekolah yang baru yaitu bapak Ngadiono. Harapan kami semua tentunya agar sekolah kita ini bisa lebih baik lagi kedepan dan tentunya menjadi sekolah favorit dan kebanggaan bagi siswa yang bersekolah disini, dan tentunya harapan dari teman-teman guru dan karyawan sekolah Bapak Ngadiono dapat pula menjadi contoh dan panutan yang baik bagi warga sekolah semuanya. Mudah-mudahan dengan pergantian kepala sekolah ini SD Genuk Suran 3 bisa menjadi lebih baik dan tetap menjadi kebanggaan kita semua.
Akhir kata, saya mewakili teman-teman guru dan karyawan sekolah SD Negeri Genuk Suran 3 mengucapkan semoga sukses untuk bapak Siswanto Hadi di sekolah yang baru nantinya, dan kami ucapkan selamat datang kepada bapak Ngadiono yang pada hari ini akan menjadi kepala sekolah kita yang baru dan harapan kami teman-teman guru dan para karyawan sekolah tentunya SD Negeri 3 bisa menjadi lebih baik lagi dibawah kepemimpinan bapak Ngadiono sebagai kepala sekolah SD Negeri 3 yang baru. Sekian dari saya dan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan kepada saya.
Wasalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.

Iklan
02
Des
09

Unsur-unsur dalam Karya Sastra

Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Unsur ekstrinsik ini meliputi: latar belakang kehidupan penulis, keyakinan dan pandangan hidup penulis, adat istiadat yang berlaku pada saat itu, situasi politik (persoalan sejarah), ekonomi, dsb. Sementara unsur intrinsik terdiri atas:
Tema
Pokok persoalan dalam cerita.
Karakter
Tokoh dalam cerita. Karakter dapat berupa manusia, tumbuhan maupun benda
Karekter dapat dibagi menjadi:
• Karakter utama: tokoh yang membawakan tema dan memegang banyak peranan dalam cerita
• Karakter pembantu: tokoh yang mendampingi karakter utama
• Protagonis : karakter/tokoh yang mengangkat tema
• Antagonis : karakter/tokoh yang memberi konflik pada tema dan biasanya berlawanan dengan karakter protagonis. (Ingat, tokoh antagonis belum tentu jahat)
• Karakter statis (Flat/static character) : karakter yang tidak mengalami perubahan kepribadian atau cara pandang dari awal sampai akhir cerita.
• Karakter dinamis (Round/ dynamic character): karakter yang mengalami perubahan kepribadian dan cara pandang. Karakter ini biasanya dibuat semirip mungkin dengan manusia sesungguhnya, terdiri atas sifat dan kepribadian yang kompleks.
Catatan: karakter pembantu biasanya adalah karakter statis karena tidak digambarkan secara detail oleh penulis sehingga perubahan kepribadian dan cara pandangnya tidak pernah terlihat secara jelas.
Karakterisasi
Cara penulis menggambarkan karakter. Ada banyak cara untuk menggali penggambaran karakter, secara garis besar karakterisasi ditinjau melalui dua cara yaitu secara naratif dan dramatik. Teknik naratif berarti karakterisasi dari tokoh dituliskan langsung oleh penulis atau narator. Teknik dramatik dipakai ketika karakterisasi tokoh terlihat dari antara lain: penampilan fisik karakter, cara berpakaian, kata-kata yang diucapkannya, dialognya dengan karakter lain, pendapat karakter lain, dsb.
Konflik
Konflik adalah pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita dan . Konflik ini merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot. Ada empat macam konflik, yang dibagi dalam dua garis besar:

Konflik internal
Individu-diri sendiri: Konflik ini tidak melibatkan orang lain, konflik ini ditandai dengan gejolak yang timbul dalam diri sendiri mengenai beberapa hal seperti nilai-nilai. Kekuatan karakter akan terlihat dalam usahanya menghadapi gejolak tersebut
Konflik eksternal Individu – Individu: konflik yang dialami seseorang dengan orang lain
Individu – alam: Konflik yang dialami individu dengan alam. Konflik ini menggambarkan perjuangan individu dalam usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran alam. Individu- Lingkungan/ masyarakat : Konflik yang dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya.
Seting
Keterangan tempat, waktu dan suasana cerita
Plot
Jalan cerita dari awal sampai selesai
• Eksposisi : penjelasan awal mengenai karakter dan latar( bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan)
• Klimaks : puncak konflik/ ketegangan
• Falling action: penyelesaian
Simbol
Simbol digunakan untuk mewakili sesuatu yang abstrak. Contoh: burung gagak (kematian)
Sudut pandang
Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya.
• Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita, ini ditandai dengan penggunaan kata “aku”. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca tidak mengetahui segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. Keuntungan dari teknik ini adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita.
• Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata ‘kamu’ atau ‘Anda.’ Teknik ini jarang dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita.
• Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti orang ketiga, seperti: mereka dan dia.
Teknik penggunaan bahasa
Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang dipakainya sedemikian rupa sehingga segala pesannya sampai kepada pembaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa yang baik juga membuat tulisan menjadi indah dan mudah dikenang. Teknik berbahasa ini misalnya penggunaan majas, idiom dan peribahasa

02
Des
09

Sang Bangau yang Serakah

Disuatu daerah terdapat tempat yang sangat indah. Danau Genuk adalah sebuah danau yang sangat indah didaerah tersebut. Pemandangan di danau Genuk sangatlah indah dan elok dipandang mata. Bermacam-macam jenis hewan air dan ikan merasa nyaman dan tentram hidup di danau Genuk. Pada suatu hari datanglah penghuni baru. Penghuni baru itu adalah seekor burung bangau yang sering dipanggil dengan nama si burung bangau. Tak sengaja ia terbang diatas danau Genuk. Ia amat sangat terpesona akan keindahan danau tersebut. Dengan segera ia mendekati danau tersebut dan mulai menjalankan tipu muslihatnya. Di tepi danau tersebut ia mengambil sikap berdiri dengan satu kaki menghadap ke arah danau Genuk, seakan-akan si burung bangau menjadi seekor burung bangau pertapa yang telah meninggalkan semua nafsu dunianya.
Berhari-hari ia bersikap seperti itu tanpa bergerak sedikitpun dari tempat ia bertapa. Pada akhirnya, lama-kelamaan ikan-ikan yang hidup di danau itu menjadi heran terhadap si burung bangau dan mereka berusaha mendekati si burung bangau yang sedang bertapa. Tiga ekor ikan berusaha lewat didepan si burung bangau. Namun si burung bangau tidak berubah sedikit pun sikapnya terhadap tempatnya bertapa. Ia seolah-olah tidak mempunyai nafsu lagi untuk menikmati keindahan dunia ini. Akhirnya ikan-ikan yang hidup di danau tersebut tidak merasa takut lagi pada si burung bangau yang dikiranya akan memangsa diri mereka semua. Pada suatu hari, raja ikan bertanya kepada si burung bangau, “mengapa kau sedih wahai burung bangau?”.
Si burung bangau menjawab, “Oh wahai ikan yang baik, aku berbuat demikian karena atas kehendak dewa. Aku telah sadar atas perbuatanku yang telah berlalu, yang membuat diriku ini sangat berdosa besar dihadapan dewa-dewa. Karena itulah aku ingin menebus semua dosa-dosaku semua dengan petunjuknya dan mulai saat ini aku tidak akan memusuhi lagi segala makhluk yang ada di danau ini, termasuk kalian para ikan, apalagi sampai memakan kalian semua”. Para ikan pun sangat gembira mendengar kabar ini. Namun beberapa hari kemudian para ikan heran ketika melihat si burung bangau menangis lagi. Maka sang raja ikan bertanya lagi pada si burung bangau, “hai burung bangau, mengapa kamu menangis lagi?. Si burung bangau menjawab sambil terisak-isak sedih, “oh wahai para ikan, sangat sedihnya diriku ini”. “Mengapa demikian burung bangau?”, Tanya raja ikan lagi kepada si burung bangau.
Si burung bangau pun menjawab, “sebenarnya akan datang bencana yang sangat besar yang akan menimpa kita semua, bahwa sebentar lagi para nelayan akan mengadakan penangkapan ikan secara besar-besaran. Mereka telah mempersiapkan banyak pancing dan jala untuk menangkap semua ikan yang ada di danau ini. Oh para ikan hal itu yang kupikirkan selama ini, oleh karena itu aku hanya dapat berpesan, berhati-hatilah kalian semua. Aku sangat berdosa tidak dapat melindungi kalian dari bencana akibat dari keserakahan para nelayan itu”.
Mendengar berita dari si burung bangau, para ikan sangat sedih hatinya. Mereka saling bertangisan dan meratapi nasib buruk ini dihadapan si burung bangau. “oh wahai burung bangau, tidak dapatkah engkau memberikan pertolongan kepada kami agar terlepas dari bencana besar ini?”, Tanya si raja ikan kepada si burung bangau. Hmm…, wahai para ikan aku punya akal agar kalian bisa terbebas dari bencana besar ini, akan kupindahkan kalian semua satu persatu ke danau yang lain yang dekat dengan danau ini” jawab si burung bangau.
Karena rasa takut yang begitu besar terhadap bencana ini, maka para ikan mau dan bersedia diterbangkan satu persatu untuk dipindahkan ke danau yang lain. Akan tetapi si burung bangau tidak menerbangkan para ikan ketempat yang telah dijanjikan, melainkan diterbangkan menuju sarang si burung bangau untuk dijadikan makanan si burung bangau.
Di sarang si burung bangau dilahapnya para ikan-ikan tersebut. Demikian sampai semua ikan di danau Genuk habis. Hingga tersisa satu ekor ketam yang belum pindah dari danau, dan akhirnya si ketam diterbangkan ke danau yang telah dijanjikan si burung bangau. Namun, si burung bangau tidak menerbangkan si ketam ketempat yang telah dijanjikannya, tetapi dibawa kesarang si burung bangau. Si ketam pun melihat banyak sekali darah dan duri-duri ikan yang berserakan di sarang si burung bangau.
Si ketam pun akhirnya tahu bahwa dirinya akan dimangsa si burung bangau. Si ketam pun tidak mau bernasib sama dengan para ikan yang menjadi santapan si burung bangau. Ketika si burung bangau hendak memakannya, dengan sigapnya si ketam menjepit leher si burung bangau. Si burung bangau menggelepar-gelepar tidak berdaya. “lepaskan aku! lepaskan!” teriak si burung bangau dengan suara kencang. Si ketam pun semakin erat memperkuat jepitannya pada leher si burung bangau hingga pada akhirnya leher si burung bangau putus akibat jepitan yang sangat kuat oleh capit si ketam. Pada akhirnya si burung bangau mati di tangan si ketam akibat keserakahannya yang ingin memakan si ketam.

27
Nov
09

Salam Kenal

selamat datang di blog aku dan terima kasih sudah berkunjung, silakan akses bahan-bahan pelajaran yang kalian butuhkan, semoga bermanfaat




Iklan
Juni 2018
S S R K J S M
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930